Haluannews Ekonomi – CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan asal mula proyek ambisius Kampung Haji di Mekkah, Arab Saudi, yang diinisiasi saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Ide ini disambut baik oleh Putra Mahkota Muhammad Bin Salman, namun realisasinya membutuhkan perubahan regulasi di Arab Saudi.

Related Post
Setelah perubahan regulasi yang memungkinkan kepemilikan asing atas tanah di Mekkah dan Madinah, Indonesia menghadapi persaingan ketat. Rosan menjelaskan, Indonesia tidak bisa langsung membeli lahan, melainkan harus mengikuti tender yang diikuti oleh 90 peserta. Dari delapan plot yang ditawarkan, Indonesia memilih plot nomor 6 di Eastern Hindawiyah.

Keunggulan plot ini adalah kondisi lahan yang relatif rata dan kosong, berbeda dengan plot lain yang berbatu dan membutuhkan waktu lama untuk persiapan. Rosan menambahkan, lokasi Kampung Haji ini strategis, hanya berjarak 1,5 – 2,1 km dari Masjidil Haram.
Saat ini, Indonesia telah masuk tiga besar dalam tender tersebut. Pemerintah terus berjuang mendapatkan lahan seluas 84 hektar ini, mengingat potensi besar dari jumlah jamaah umroh dan haji Indonesia yang mencapai jutaan orang setiap tahunnya. Kampung Haji diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih baik bagi jamaah Indonesia dalam menjalankan ibadah.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar