IHSG Terperosok ke Level 6.209 Akibat Tekanan Jual

IHSG Terperosok ke Level 6.209 Akibat Tekanan Jual

haluannews.id – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan tren negatif pada pembukaan perdagangan Senin (28/9/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau langsung merosot ke level 6.209,75 saat bel pembukaan berbunyi. Angka ini menandakan penurunan dibandingkan posisi penutupan pada perdagangan sebelumnya yang berada di level 6.241,89.

COLLABMEDIANET

Sepanjang sesi perdagangan hari ini, pergerakan indeks tampak sangat terbatas dalam rentang yang sempit. IHSG sempat menyentuh titik tertinggi di level 6.209,96, namun tidak mampu bertahan lama sebelum akhirnya merosot ke titik terendah di level 6.180,60. Konsistensi penurunan sejak awal sesi ini memberikan sinyal kuat bahwa tekanan jual sedang mendominasi pasar, membuat para investor cenderung mengambil sikap waspada.

IHSG Terperosok ke Level 6.209 Akibat Tekanan Jual
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Jika menilik aktivitas transaksi, volume perdagangan hari ini terlihat cukup lesu. Tercatat hanya ada sekitar 2,01 miliar saham yang berpindah tangan, sebuah angka yang sangat kontras jika dibandingkan dengan rata-rata volume harian yang biasanya mencapai 17,44 miliar saham. Meski volume saham yang diperdagangkan rendah, nilai transaksi tetap menunjukkan angka yang cukup besar, yakni mencapai Rp443,99 miliar dengan total 20,13 juta lot saham yang terjual.

Kondisi pasar keuangan domestik yang sedang "berdarah" ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari performa buruk pada pekan lalu. Ketidakpastian ekonomi global serta kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga yang akan tetap tinggi dalam jangka waktu lama (higher for longer) menjadi pemicu utama merosotnya kepercayaan investor.

Pada penutupan pekan lalu, tepatnya Jumat (25/9/2026), IHSG memang sudah menunjukkan kinerja yang sangat mengecewakan dengan koreksi sebesar 0,90% atau kehilangan 56,71 poin. Akibat pelemahan tersebut, total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusut ke angka Rp10.929 triliun.

Sentimen negatif ini diperparah oleh aksi keluar masif investor asing. Pada perdagangan Jumat lalu, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp559,08 miliar. Jika ditarik ke belakang, akumulasi penjualan bersih asing sepanjang pekan lalu mencapai Rp3,16 triliun, lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka Rp2,96 triliun. Secara keseluruhan, total akumulasi net sell asing sepanjang tahun 2026 telah menembus angka fantastis, yakni Rp77,52 triliun.

Kondisi ini juga berdampak pada nilai tukar rupiah. Meski sempat ada penguatan tipis sebesar 0,03% ke posisi Rp17.880 per dolar AS pada akhir pekan lalu, namun secara keseluruhan rupiah mengalami pelemahan yang cukup tajam sebesar 0,85% dalam satu pekan. Tekanan pada mata uang Garuda ini menjadikan rupiah sebagai salah satu mata uang dengan performa paling lemah di kawasan Asia pada periode tersebut. Mengingat kondisi global yang masih belum menentu, pasar memprediksi IHSG masih akan menghadapi tantangan berat sepanjang pekan ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar