IHSG Terkoreksi Tipis, Peluang Buy On Weakness?

IHSG Terkoreksi Tipis, Peluang Buy On Weakness?

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tipis pada penutupan sesi kedua perdagangan hari ini, Jumat (5/12/2025), setelah mencatatkan rekor tertinggi pada hari sebelumnya. IHSG ditutup melemah 0,09% atau 7,43 poin ke level 8.632,76.

COLLABMEDIANET

Meskipun terkoreksi, aktivitas perdagangan tetap ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp 20,45 triliun, melibatkan 48,21 miliar saham dalam 2,55 juta transaksi. Secara keseluruhan, 362 saham mencatatkan kenaikan, 293 saham stagnan, dan 146 saham mengalami penurunan. Kapitalisasi pasar tercatat meningkat menjadi Rp 15.873 triliun.

IHSG Terkoreksi Tipis, Peluang Buy On Weakness?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sektor utilitas dan konsumer non primer menjadi penopang utama dengan mencatatkan penguatan tertinggi. Sebaliknya, sektor kesehatan, energi, dan konsumer primer mengalami tekanan jual. Saham-saham seperti DSSA, DCII, BBRI, BMRI, dan KLBF menjadi pemberat utama IHSG. Sementara itu, TLKM, BREN, BBCA, COIN, dan MORA berhasil menahan penurunan lebih dalam.

Pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk antisipasi pelaku pasar terhadap rilis data ekonomi global dari AS, terutama data pengangguran. Data pengangguran yang memburuk dapat meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, yang berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar saham.

Dari dalam negeri, investor juga menantikan rilis data cadangan devisa dan uang primer periode November 2025 oleh Bank Indonesia (BI). Data ini penting untuk mengukur ketahanan likuiditas dan stabilitas eksternal Indonesia menjelang akhir tahun.

Di tengah koreksi hari ini, sentimen positif jangka panjang tetap terjaga. JP Morgan Indonesia dalam laporan Indonesia Equity 2026 Outlook memproyeksikan IHSG berpotensi menembus level 10.000 pada tahun 2026. Proyeksi ini didukung oleh ekspektasi peningkatan belanja pemerintah dan perbaikan kondisi makro global. JP Morgan memprediksi IHSG dapat mencapai 10.000 dalam skenario optimis (bull case) dan berada di kisaran 7.800 dalam skenario pesimis (bear case). Koreksi hari ini dapat menjadi peluang buy on weakness bagi investor yang memiliki pandangan positif terhadap prospek pasar saham Indonesia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar