IHSG Terkoreksi! Saham Grup Konglomerat Jadi Biang Kerok?

IHSG Terkoreksi! Saham Grup Konglomerat Jadi Biang Kerok?

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan hari Senin (4/8/2025) dengan catatan merah, terkoreksi 0,33% dan parkir di level 7.512,9. Pergerakan indeks diwarnai oleh 352 saham yang menguat, 278 saham melemah, dan 326 saham stagnan.

COLLABMEDIANET

Aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 8,16 triliun, melibatkan 15,62 miliar saham dalam 1,17 juta transaksi. Sektor bahan baku menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 2,82%, diikuti sektor utilitas yang merosot 1,31%. Sebaliknya, sektor konsumer non-primer memimpin penguatan dengan kenaikan 1,42%, disusul sektor kesehatan yang tumbuh 1,15%.

IHSG Terkoreksi! Saham Grup Konglomerat Jadi Biang Kerok?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari saham-saham milik sejumlah konglomerat besar. Saham AMMN dari grup Salim menjadi pemberat utama dengan kontribusi negatif 26,63 indeks poin. Kemudian disusul oleh saham BREN milik Prajogo Pangestu yang mengurangi 10,42 indeks poin, serta SMMA dari grup Sinar Mas yang menekan indeks sebesar 5,38 poin.

Pekan ini, pasar keuangan Indonesia dihadapkan pada sejumlah tantangan. Investor akan mencermati data ekonomi terbaru, termasuk pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025. Selain itu, negosiasi tarif antara Amerika Serikat dan China juga akan menjadi perhatian utama.

Analis mengingatkan, reli IHSG yang cukup signifikan pada bulan Juli 2025 berpotensi memicu aksi ambil untung (taking profit) oleh para investor. Perlu diingat, IHSG telah melonjak lebih dari 9% dalam sebulan terakhir. Sentimen global juga turut mempengaruhi, terutama kekhawatiran terhadap inflasi dan perlambatan ekonomi global akibat kebijakan tarif terbaru AS. Keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi minyak juga menjadi faktor yang diawasi ketat.

Musim rilis laporan keuangan perusahaan masih menjadi penggerak utama pasar saham. Koreksi yang mungkin terjadi pada IHSG dianggap sebagai hal yang wajar setelah kenaikan tajam sebelumnya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar