Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari Rabu (20/5/2026) dengan performa yang mengecewakan, ditutup melemah signifikan 0,82% pada level 6.318,50. Pergerakan pasar modal domestik sepanjang hari ini bak menaiki wahana roller coaster, diwarnai volatilitas tinggi yang dipicu oleh sentimen dari pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Related Post
Pada pembukaan sesi perdagangan pagi, IHSG sempat terpuruk, namun kemudian berbalik arah dan melesat naik hingga 1% ke level 6.430,97 jelang pidato Presiden Prabowo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun, euforia tersebut tak bertahan lama. Pasar merespons negatif pengumuman Prabowo terkait inisiasi kebijakan ekspor satu pintu untuk sumber daya alam strategis Indonesia, termasuk batu bara dan kelapa sawit. Setelah pengumuman pembentukan badan ekspor milik BUMN, IHSG sempat ambruk nyaris 2,5% sebelum akhirnya terpangkas pada penutupan sesi kedua.

Data perdagangan mencatat sebanyak 483 saham mengalami pelemahan, jauh melampaui 208 saham yang menguat, dan 126 saham lainnya stagnan. Aktivitas transaksi cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 41,13 miliar lembar saham, senilai Rp 22,36 triliun, yang terbagi dalam 2,47 juta kali frekuensi transaksi.
Mayoritas sektor perdagangan menunjukkan kinerja negatif, dengan sektor infrastruktur dan barang baku menjadi kontributor pelemahan terbesar. Di sisi lain, sektor teknologi dan finansial berhasil mencatatkan penguatan tipis. Saham-saham emiten tambang, khususnya batu bara, kompak "rontok" akibat kekhawatiran terhadap potensi dampak aturan baru. Emiten emas juga tak luput dari tekanan, kecuali Aneka Tambang (ANTM) yang mampu bertahan. Menariknya, di tengah ambruknya sektor batu bara, saham emiten batu bara BUMN, PT Bukit Asam (PTBA), justru menguat lebih dari 6%.
Beberapa emiten yang menjadi penekan utama kinerja IHSG hari ini antara lain BREN, TPIA, BRPT, DCII, AMMN, dan BUMI. Ke depan, pelaku pasar juga akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu siang ini (20/5/2026). Keputusan BI ini menjadi salah satu agenda krusial yang ditunggu-tunggu, terutama di tengah tekanan berat yang masih membayangi nilai tukar rupiah dan stabilitas pasar keuangan domestik.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar