IHSG Terjun Bebas ke Level 5900

IHSG Terjun Bebas ke Level 5900

haluannews.id – Pasar modal Indonesia tengah mengalami guncangan hebat pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan tajam yang cukup mengkhawatirkan para pelaku pasar. Berdasarkan data perdagangan intraday sesi kedua, indeks merosot lebih dari 1,02 persen, sebuah koreksi yang cukup dalam di tengah dinamika politik domestik yang sedang memanas.

COLLABMEDIANET

Hingga pukul 15.00 WIB, IHSG tercatat terkoreksi sebanyak 98 poin ke level 5.973,16 atau merosot sebesar 1,61 persen. Kondisi ini menandai titik terendah indeks dalam kurun waktu lebih dari dua bulan terakhir. Bahkan, untuk pertama kalinya sejak 10 Juli 2026, pergerakan pasar kembali menyentuh area psikologis di level 5.900. Volatilitas yang tinggi terlihat dari rentang pergerakan indeks yang berada di antara level terendah 5.973 hingga sempat menyentuh angka 6.095.

IHSG Terjun Bebas ke Level 5900
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penyebab utama dari aksi jual ini diduga kuat berkaitan dengan sentimen politik dalam negeri, yakni langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan perombakan atau reshuffle pada Kabinet Merah Putih. Perubahan struktur pemerintahan ini memicu ketidakpastian jangka pendek di mata investor, yang kemudian berdampak langsung pada aliran modal di bursa saham.

Secara sektoral, sektor barang baku menjadi motor utama pelemahan dengan penurunan mencapai 2,72 persen. Tak ketinggalan, sektor konsumer non-primer juga ikut terseret turun sebesar 2,55 persen, disusul oleh sektor utilitas yang anjlok 2,31 persen. Beberapa saham berkapitalisasi besar yang menjadi beban berat bagi IHSG di antaranya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), dan PT DCI Indonesia Tbk. (DCII).

Kondisi pasar semakin diperparah dengan adanya aksi jual bersih oleh investor asing. Pada penutupan sesi pertama, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp204,30 miliar. Berdasarkan data dari Stockbit, total nilai pembelian asing mencapai Rp1,70 triliun, sementara nilai penjualan menyentuh angka Rp1,90 triliun. Saham GOTO menjadi salah satu yang paling banyak dilepas asing dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp62,77 miliar. Selain itu, saham CUAN, AMMN, BBRI, dan MDKA juga turut mengalami tekanan jual dari investor mancanegara.

Selain isu reshuffle kabinet, pelaku pasar juga tengah mencermati rilis data ekonomi penting seperti angka manufaktur PMI, neraca perdagangan, serta tingkat inflasi. Di sisi lain, dinamika global seperti konflik geopolitik yang belum usai, penguatan sektor manufaktur di China, hingga data inflasi PCE Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi, turut memberikan pengaruh pada arah pergerakan pasar global yang berdampak ke Indonesia.

Perubahan kepemimpinan di beberapa posisi strategis, termasuk pelantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan penunjukan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru, menjadi sorotan tajam yang menambah kompleksitas situasi pasar saat ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar