IHSG Terjun 1%: Badai Global Hantam Saham Prajogo Pangestu!

IHSG Terjun 1%: Badai Global Hantam Saham Prajogo Pangestu!

Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia menghadapi tekanan signifikan pada pembukaan perdagangan Jumat (6/3/2026), di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari satu persen. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen negatif global yang kuat, menyeret sejumlah emiten berkapitalisasi besar, termasuk yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu.

COLLABMEDIANET

Pada pukul 09.11 WIB, IHSG tercatat melemah 79,13 poin atau setara dengan 1,03%, bertengger di level 7.631,41. Data perdagangan menunjukkan dominasi saham-saham yang melemah, dengan 399 saham bergerak di zona merah, sementara hanya 168 saham yang berhasil menguat, dan 391 lainnya stagnan. Aktivitas transaksi cukup ramai, mencapai nilai Rp 1,95 triliun, melibatkan 4,07 miliar saham yang diperdagangkan dalam 237.700 kali transaksi.

IHSG Terjun 1%: Badai Global Hantam Saham Prajogo Pangestu!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Koreksi IHSG yang dalam ini tak lepas dari performa buruk saham-saham yang terkait dengan Prajogo Pangestu, yang sebelumnya dikenal sebagai pendorong utama penguatan indeks. Emiten-emiten seperti Barito Pacific (BRPT) anjlok 6,42%, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) merosot 6,44%, Barito Renewables Energy (BREN) terkoreksi 3,08%, Chandra Daya Investasi (CDIA) turun 2,79%, dan Chandra Asri Pacific (TPIA) melemah 1,4%. Penurunan kolektif ini memberikan tekanan berat pada pergerakan IHSG secara keseluruhan.

Tekanan terhadap pasar keuangan domestik diperkirakan akan terus membayangi, dipicu oleh gejolak geopolitik global. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi sorotan utama, memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global. Akibatnya, harga minyak mentah melonjak tajam, mencapai level tertinggi sejak Juli 2024. Merujuk data Refinitiv, harga minyak Brent ditutup di posisi US$ 84 per barel, melonjak hampir 4%, sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melesat 8,5% ke US$ 81,01 per barel. Kenaikan ini menandai level tertinggi dalam dua tahun delapan bulan terakhir. Situasi di Selat Hormuz yang masih tegang, dengan klaim Iran yang menargetkan kapal tanker minyak, semakin memperkeruh sentimen pasar.

Selain itu, keputusan pemerintah China untuk menghentikan ekspor diesel dan bensin dari kilang-kilang besar menambah daftar sentimen negatif. Langkah ini berpotensi memengaruhi dinamika pasar energi global. Di sisi lain, bursa saham di kawasan Asia juga memulai perdagangan akhir pekan ini dengan pelemahan, mengikuti jejak Wall Street. Indeks Kospi Korea Selatan jatuh 0,87%, Nikkei 225 Jepang turun 0,24%, dan Topix mengalami penurunan yang lebih besar, yakni 0,42%. Sementara itu, Indeks S&P/ASX 200 Australia merosot 1,09% pada awal perdagangan, terutama terseret oleh saham-saham sektor material dasar. Pasar berjangka Hang Seng Hong Kong juga menunjukkan indikasi pelemahan, berada di 25.037, lebih rendah dari penutupan sebelumnya.

Kombinasi antara koreksi saham-saham berkapitalisasi besar di dalam negeri dan sentimen negatif dari arena geopolitik serta ekonomi global menciptakan badai sempurna yang menekan kinerja IHSG. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar yang kemungkinan akan berlanjut.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar