Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa impresif pada penutupan sesi pertama perdagangan Senin (9/2/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan, mengakhiri sesi di level 8.012,82, sebuah pencapaian yang didorong oleh lonjakan harga saham-saham konglomerat. Kenaikan ini memberikan sentimen positif di tengah dinamika pasar global dan domestik yang penuh tantangan.

Related Post
Berdasarkan data dari Haluannews.id, IHSG berhasil menguat 0,98% atau setara 77,56 poin. Aktivitas perdagangan sangat ramai, dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,59 triliun, melibatkan 23,35 miliar saham yang berpindah tangan dalam 1,42 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun turut terkerek naik menjadi Rp 14.527 triliun. Mayoritas sektor menunjukkan penguatan, dengan sektor barang baku, konsumer non-primer, dan energi memimpin apresiasi. Namun, sektor kesehatan dan finansial masih berada di zona merah, menahan laju penguatan lebih lanjut.

Saham-saham dari grup konglomerat menjadi motor utama penggerak IHSG hari ini. Emiten tambang batu bara Grup Sinar Mas (DSSA) memberikan kontribusi poin terbesar, diikuti oleh tambang emas Grup Bakrie (BRMS) dan tambang emas Grup Saratoga (EMAS). Selain itu, beberapa emiten lain yang juga mencatatkan penguatan signifikan dan turut menopang indeks antara lain FILM, AMRT, BRPT, IMPC, dan MDKA. Di sisi lain, saham-saham blue chip, khususnya dari sektor perbankan, justru menjadi beban. Bank Central Asia (BBCA) tercatat sebagai penyumbang pelemahan terbesar bagi IHSG pada sesi ini.
Para pelaku pasar keuangan dihadapkan pada pekan yang padat dengan rilis data ekonomi makro dari berbagai negara ekonomi utama dunia. Investor akan mencermati indikator ekonomi dari Indonesia, Amerika Serikat (AS), dan China yang dijadwalkan rilis secara berurutan. Rangkaian data ini sangat krusial karena akan memberikan gambaran terkini mengenai daya beli masyarakat, stabilitas harga, serta kondisi pasar tenaga kerja, yang semuanya menjadi landasan penting bagi kebijakan bank sentral. Pergerakan pasar saham dan nilai tukar diperkirakan akan sangat responsif terhadap realisasi data-data tersebut, yang akan menentukan arah konsensus pasar setelah dinamika domestik yang cukup volatil.
Sebelumnya, pasar keuangan Indonesia sempat mengalami tekanan setelah Moody’s Investors Service menurunkan peringkat outlook kredit Indonesia menjadi negatif dari stabil. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa penurunan outlook tersebut disebabkan oleh kurangnya penjelasan pemerintah terkait Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang baru dibentuk. Airlangga juga menyoroti bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini "agak berbeda" karena dialokasikan untuk program-program unggulan pemerintahan mendatang, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sementara itu, Danantara diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan investasi, menggantikan peran APBN, serta memungkinkan reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih adaptif layaknya sektor swasta.
Di kancah global, pasar saham Jepang melonjak ke rekor tertinggi pada hari Senin, memimpin kenaikan di kawasan Asia. Lonjakan ini dipicu oleh kemenangan bersejarah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pemilihan umum. Partai Demokrat Liberal yang berkuasa berhasil meraih supermajority, atau kemenangan mutlak dua pertiga dari 465 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat, demikian laporan penyiar publik NHK. Ekonom riset senior di Aberdeen Investments, Sree Kochugovindan, menilai kemenangan telak Takaichi sebagai "hasil terbaik" bagi pasar dalam jangka menengah, dengan harapan investasi strategis dan reformasi pajak akan semakin memperkuat pasar ekuitas. Indeks Nikkei 225 Jepang melesat lebih dari 5,6% hingga melampaui 57.000 untuk pertama kalinya, sementara Topix naik lebih dari 3%, juga mencatat rekor tertinggi. Yen Jepang menguat menjadi 156,88 terhadap dolar AS, dan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) juga menunjukkan kenaikan.
Crédit Agricole CIB dalam catatannya menyatakan bahwa pemerintahan Takaichi kini memiliki momentum yang lebih kuat untuk mendorong kebijakan fiskal proaktif, didukung oleh mandat publik yang jelas. Presiden AS Donald Trump bahkan turut mengucapkan selamat kepada Takaichi atas kemenangannya melalui unggahan di TruthSocial, memuji keputusan berani dan bijaksana Sanae untuk menyerukan Pemilu yang membuahkan hasil besar. Kemenangan ini terjadi setelah gejolak politik tahun lalu, di mana LDP kehilangan mayoritas di Majelis Tinggi, dan kekalahan di Majelis Rendah pada tahun 2024 yang menyebabkan pengunduran diri Perdana Menteri saat itu, Shigeru Ishiba.
Sentimen positif dari Asia juga merembet ke pasar lainnya. Kospi Korea Selatan melonjak 4,15%, sementara Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil bertambah 2,97%. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,65% pada perdagangan awal, dan kontrak berjangka Indeks Hang Seng Hong Kong juga menunjukkan potensi kenaikan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar