Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis (2/10/2025) dengan sinyal positif, dibuka melonjak 0,33% atau setara 26,60 poin, bertengger di level 8.070,42. Optimisme pasar tercermin dari pergerakan 271 saham yang menguat, berbanding terbalik dengan 58 saham yang melemah, sementara 266 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan di awal sesi mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp 446,96 miliar, melibatkan 552 juta saham dalam 39.120 transaksi.

Related Post
Analis pasar melihat potensi rebound IHSG setelah terkoreksi dalam dua hari terakhir. Gelombang sentimen positif dari dalam dan luar negeri diyakini menjadi daya tarik bagi investor asing untuk kembali melirik pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Data aktivitas manufaktur, inflasi dalam negeri, hingga situasi shutdown pemerintahan Amerika Serikat (AS) menjadi faktor penentu arah pergerakan pasar hari ini.

Sektor manufaktur Indonesia masih menunjukkan geliat ekspansi pada September, meskipun dengan margin yang tipis. Data Purchasing Managers’ Index (PMI) dari S&P Global mencatat angka 50,4, sedikit menurun dibandingkan Agustus yang mencapai 51,5. Meski demikian, PMI tetap berada di zona ekspansi selama dua bulan berturut-turut.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya tekanan inflasi sebesar 0,21% pada September 2025, berbanding terbalik dengan deflasi 0,08% pada bulan sebelumnya. Kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi.
Kabar baik juga datang dari neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus US$ 5,49 miliar pada Agustus 2025, didorong oleh ekspor sebesar US$ 24,96 miliar dan impor US$ 19,43 miliar. Surplus ini menandai 64 bulan berturut-turut Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sejak Mei 2020.
Dari kancah global, pemerintahan AS mengalami government shutdown setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan pendanaan. Situasi ini berpotensi memberikan dampak signifikan pada perekonomian AS dan pasar keuangan global.
Di kawasan regional, bursa Asia menunjukkan tren penguatan. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin lonjakan indeks saham di Asia Pasifik, didorong oleh kolaborasi OpenAI dengan Samsung & SK Hynix. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,04%, sementara Topix stagnan. Di Australia, indeks ASX/S&P 200 dibuka naik 0,61%.
Kontrak berjangka saham AS bergerak mendatar setelah S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru. Indeks S&P 500 naik 0,34% ke level 6.711,20, Nasdaq Composite menguat 0,42% menjadi 22.755,16, dan Dow Jones Industrial Average naik tipis 43,21 poin atau 0,09% ke level 46.441,10.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar