IHSG Terbang Tinggi! Efek ‘Prabowo Effect’ Terasa?

IHSG Terbang Tinggi! Efek 'Prabowo Effect' Terasa?

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rebound signifikan, melesat 2,19% pada perdagangan Senin (20/10/2025). Kenaikan ini memulihkan sebagian kerugian setelah pekan sebelumnya indeks terkoreksi 4,14% dan sempat meninggalkan level psikologis 8.000.

COLLABMEDIANET

Pada penutupan perdagangan, IHSG parkir di level 8.088,98. Penguatan ini didorong oleh aksi beli pada saham-saham perbankan besar, terutama yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

IHSG Terbang Tinggi! Efek 'Prabowo Effect' Terasa?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Data perdagangan menunjukkan 510 saham mengalami kenaikan, 183 saham melemah, dan 117 saham stagnan. Total nilai transaksi hari ini terbilang ramai, mencapai Rp 22,53 triliun dengan volume 34,68 miliar saham dalam 2,36 juta transaksi. Sektor finansial, energi, dan industri menjadi motor penggerak utama penguatan IHSG.

Saham-saham bank jumbo mencatatkan kenaikan signifikan, bahkan beberapa di antaranya melonjak lebih dari 5%. Saham BBRI naik 5,14%, BBCA naik 5%, BMRI naik 6,17%, BBTN naik 8,33%, dan BBNI naik 6,32%. Kontribusi terbesar terhadap kenaikan indeks berasal dari BBRI (36,41 indeks poin), BBCA (34,05 indeks poin), BMRI (22,85 indeks poin), dan BBNI (10,37 indeks poin).

Momentum ini juga bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam setahun terakhir, pemerintah telah meluncurkan berbagai kebijakan strategis, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga reformasi struktural Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Program Makan Bergizi Gratis, yang diluncurkan sejak Januari 2025, menjadi simbol utama kebijakan pro-rakyat pemerintahan Prabowo-Gibran. Program ini menargetkan 82,9 juta penerima manfaat, termasuk siswa sekolah, ibu hamil, dan balita, dengan tujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda dan menekan angka stunting.

Selain MBG, program Sekolah Rakyat juga menjadi fokus pemerintah untuk pemerataan pendidikan. Pemerintah telah meresmikan 165 Sekolah Rakyat Rintisan dan berencana membangun gedung permanen di 108 lokasi mulai Oktober 2025, dengan target selesai pada Juli 2026.

Di sektor BUMN, pemerintah melanjutkan upaya efisiensi dengan mengurangi jumlah BUMN dan membentuk Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) sebagai lembaga pengelola investasi strategis. Langkah ini bertujuan meningkatkan kinerja BUMN dan menarik investasi swasta dalam proyek-proyek nasional.

Untuk menjaga daya beli masyarakat dan menggerakkan ekonomi, pemerintah juga meluncurkan paket stimulus ekonomi 2025 yang mencakup subsidi listrik, bantuan sembako, Bantuan Subsidi Upah (BSU), diskon transportasi, dan program magang bagi tenaga kerja muda.

Namun, investor tetap perlu waspada karena pasar keuangan global masih diwarnai ketidakpastian geopolitik yang dapat memicu volatilitas ekstrem.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar