Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan tren positif, mendekati level psikologis 8.400. Pada penutupan perdagangan Jumat (7/11/2025), IHSG berhasil menguat 0,69% dan parkir di level 8.394,59. Pergerakan saham seperti DSSA (+4,17%), BBCA (+1,46%), dan CUAN (+8,02%) menjadi motor penggerak utama kenaikan indeks. Sementara itu, saham BBRI (-0,50%), CPIN (-2,94%), dan JPFA (-4,96%) justru menjadi pemberat laju IHSG.

Related Post
Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp876,20 miliar, meskipun terdapat aksi jual bersih (net sell) tipis senilai Rp776 juta di seluruh pasar. Secara sektoral, mayoritas sektor mengalami penguatan, dengan sektor infrastruktur memimpin kenaikan sebesar 2,42%. Sektor non-cyclical menjadi satu-satunya sektor yang mengalami tekanan dengan penurunan 0,70%.

Sentimen positif juga datang dari pasar global, di mana bursa saham Amerika Serikat ditutup dengan kinerja bervariasi. Dow Jones naik 0,16%, S&P 500 menguat 1,90%, sementara Nasdaq terkoreksi 0,21%. Penurunan risk premium equity Indonesia dari 7,00% menjadi 5,50% dalam sepekan terakhir juga menjadi katalis positif, mencerminkan peningkatan kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia. Aliran dana asing (net buy) mingguan yang mencapai Rp3,31 triliun di saham-saham blue chip semakin memperkuat sentimen bullish.
Pemerintah mengumumkan rencana investasi ambisius senilai Rp20 triliun untuk pengembangan peternakan ayam pedaging dan petelur nasional. Proyek yang didanai oleh BPI Danantara ini bertujuan untuk meningkatkan pasokan telur sebanyak 700.000 ton dan daging ayam 1,1 juta ton per tahun, mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Emiten sektor peternakan seperti CPIN, JPFA, dan MAIN berpotensi mendapatkan dampak positif dari proyek ini, terutama jika realisasi proyek meningkatkan kapasitas produksi mereka.
Dari sisi korporasi, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mengumumkan pembagian dividen interim sebesar USD 50,04 juta, atau setara Rp738 per saham. Jadwal cum dividen pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 12 November, dan ex dividen pada 13 November 2025.
Sementara itu, data makroekonomi dari kawasan Asia menunjukkan perlambatan pertumbuhan GDP Filipina pada kuartal III-2025 menjadi 4,00% YoY, dipicu oleh skandal korupsi proyek infrastruktur. Ekspor China juga mengalami kontraksi -1,10% YoY pada Oktober, akibat penurunan ekspor ke AS sebesar -25% YoY, memicu kekhawatiran perlambatan perdagangan regional.
Mega Capital Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi memberikan keuntungan hari ini. (Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor, sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.)
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar