Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu (13/8/2025) dengan performa impresif. Pada pukul 09.10 WIB, IHSG melesat 1% ke level 7.869,17, didorong oleh aktivitas perdagangan yang cukup tinggi. Nilai transaksi mencapai Rp 2,4 triliun dengan volume 4 miliar saham diperdagangkan dalam 243.200 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun terdongkrak menjadi Rp 14.140 triliun. Tren positif ini melanjutkan penguatan kemarin yang mencapai lebih dari 2%.

Related Post
Lima saham menjadi sorotan investor pagi ini: TLKM, BBRI, BBCA, BMRI, dan AMMN. TLKM memimpin dengan kenaikan 6,6% ke level 3.390, sekaligus menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, yakni Rp 312,8 miliar. BBRI menyusul dengan nilai transaksi Rp 261,8 miliar dan penguatan 0,5%. BMRI juga mencatatkan kenaikan 0,6% ke level 4.940 dengan nilai transaksi Rp 191,6 miliar.

Analis melihat beberapa faktor pendorong kenaikan IHSG. Penundaan kesepakatan yang diundur 90 hari, potensi penurunan suku bunga The Fed, dan arus modal asing yang signifikan (Rp 2,2 triliun kemarin, inflow terbesar sejak 29 Juni) menjadi faktor kunci. Maximilianus Nicodemus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menekankan pentingnya capital inflow sebagai indikator kembalinya investor asing.
Dari sisi teknikal, Nafan Aji dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai IHSG bergerak mixed to higher, didukung oleh indikator RSI yang berpotensi membentuk pola golden cross dan masih berada dalam fase uptrend. Sentimen geopolitik, seperti rencana pertemuan Presiden AS dan Rusia, serta komitmen The Fed untuk menurunkan suku bunga dua kali tahun ini (September dan Desember), juga memberikan sentimen positif. Namun, Nafan mengingatkan pentingnya pemerintah mendorong realisasi investasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,2%.
Prospek IHSG menuju level 8.000 semakin terbuka lebar. Inflasi AS Juli 2025 yang lebih baik dari perkiraan semakin memperkuat peluang penurunan suku bunga The Fed, ditambah potensi inflow asing berlanjut, terutama di masa rebalancing indeks MSCI Agustus 2025. Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80 juga diyakini akan menambah gairah pasar.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar