Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai volatilitas yang signifikan. Setelah sempat menunjukkan performa impresif dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 2,51% pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026, euforia tersebut tampaknya tak bertahan lama. Pembukaan perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, justru memperlihatkan IHSG kembali melemah, diiringi depresiasi nilai tukar Rupiah yang menyentuh level Rp 16.770 per dolar AS.

Related Post
Kondisi ini sontak memicu pertanyaan di kalangan pelaku pasar dan investor, baik domestik maupun internasional. Pergerakan IHSG yang fluktuatif serta pelemahan Rupiah secara bersamaan menjadi indikator penting yang perlu dicermati. Apakah ini sekadar koreksi teknikal biasa, ataukah ada sentimen fundamental yang lebih dalam yang sedang mempengaruhi pasar keuangan Tanah Air? Kekhawatiran akan arus modal keluar investor asing pun mulai menyeruak seiring dengan gejolak ini.

Untuk mengupas lebih dalam dinamika pasar modal RI dan bagaimana persepsi investor asing terhadap perekonomian Indonesia, Haluannews.id menghadirkan dialog eksklusif. Dalam program Squawk Box Haluannews.id pada Rabu, 4 Februari 2026, jurnalis Andi Shalini berbincang dengan FX Analyst Haluannews.id, Elvan Chandra Widyatama. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan pencerahan mengenai faktor-faktor pendorong di balik pergerakan pasar terkini serta proyeksi ke depannya, terutama terkait potensi kembalinya atau justru penarikan dana oleh investor asing.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar