IHSG Merosot Tajam di Awal Perdagangan

IHSG Merosot Tajam di Awal Perdagangan

haluannews.id – Pasar modal Indonesia kembali diguncang tekanan jual yang cukup signifikan pada pembukaan perdagangan Kamis (22/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau langsung anjlok cukup dalam saat sesi awal dimulai. Berdasarkan data terbaru, indeks berada di level 5.217,14, yang berarti mengalami penurunan sebesar 111,22 poin atau merosot sekitar 2,09% dari posisi sebelumnya.

COLLABMEDIANET

Sepanjang sesi awal perdagangan, pergerakan indeks terlihat bergerak di rentang yang relatif sempit. Level tertinggi yang sempat dicapai berada di angka 5.250,94, sementara titik terendahnya menyentuh level 5.213,34. Setelah mengalami penurunan yang cukup cepat sejak bel pembukaan berbunyi, IHSG kemudian bergerak cenderung mendatar di kisaran level 5.215. Adapun volume transaksi yang tercatat sejauh ini mencapai 8,75 juta lot dengan total nilai perdagangan menyentuh angka Rp408,56 miliar.

IHSG Merosot Tajam di Awal Perdagangan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kondisi pasar yang memerah ini membuat para investor kini menaruh perhatian besar pada sejumlah faktor krusial, baik dari sisi domestik maupun global. Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menanti langkah konkret Bank Indonesia (BI) terkait kebijakan suku bunga acuan. Selain keputusan suku bunga, perhatian juga tertuju pada kebijakan-kebijakan baru yang akan diluncurkan BI untuk memperkuat penyaluran kredit perbankan guna menstimulus ekonomi nasional.

Selain faktor moneter, sentimen politik dan regulasi juga menjadi sorotan utama. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna menjadi salah satu poin yang sangat dinantikan. Salah satu isu hangat yang dibahas adalah respons pemerintah terhadap ancaman penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh lembaga penyedia indeks global, MSCI.

Presiden Prabowo secara tegas menyatakan bahwa pemerintah tidak akan gentar menghadapi tekanan tersebut. Ia menilai adanya upaya untuk menakut-nakuti pelaku pasar melalui isu perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Menurutnya, Indonesia terus menghadapi berbagai tantangan dan gangguan dari berbagai pihak yang mencoba memberikan tekanan.

Saat ini, MSCI tengah mengkaji kemungkinan perubahan status pasar saham Indonesia, dari yang semula masuk dalam kategori Emerging Market menjadi Standalone Market. Proses konsultasi dengan para pelaku pasar ini diperkirakan akan berlangsung hingga April 2027, dengan keputusan final yang dijadwalkan akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.

Di sisi lain, kondisi ekonomi global juga memberikan tekanan tambahan. Lonjakan inflasi di Inggris serta kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Prancis menjadi sentimen eksternal yang perlu diwaspadai oleh para investor. Selain itu, para pelaku pasar juga terus memantau perkembangan reformasi pasar modal yang tengah diupayakan oleh otoritas terkait, terutama mengenai transparansi kepemilikan saham dan ketegasan penegakan aturan perdagangan, demi menjaga stabilitas pasar menuju keputusan MSCI di tahun 2027 mendatang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar