IHSG Meroket Sentimen Positif Membara

IHSG Meroket Sentimen Positif Membara

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG menunjukkan performa gemilang pada perdagangan sesi pertama Selasa 4 Agustus 2026. Pasar modal Indonesia tampak bergairah setelah ditopang oleh serangkaian katalis positif baik dari dalam maupun luar negeri. Pada penutupan sesi siang indeks acuan ini berhasil bertengger di level 6.27015 melonjak signifikan 057 persen atau setara 3566 poin dari posisi penutupan sebelumnya di angka 6.23450.

COLLABMEDIANET

Pergerakan IHSG hari ini dibuka pada level 6.25478 dan sempat menyentuh puncak intraday di 6.28254 sebelum kembali stabil. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 647 triliun dengan volume perdagangan mencapai 1943 miliar saham yang berpindah tangan dalam 127 juta kali transaksi. Sentimen positif ini tercermin dari dominasi saham yang menguat sebanyak 381 emiten sementara 229 saham terkoreksi dan 178 saham lainnya stagnan.

IHSG Meroket Sentimen Positif Membara
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sektor properti menjadi bintang utama dengan kenaikan yang paling mencolok hari ini. Namun tidak semua sektor menikmati euforia ini. Beberapa sektor seperti konsumer non primer teknologi dan kesehatan justru harus menghadapi tekanan dan berakhir melemah. Sejumlah saham blue chip dan emiten besar turut menjadi penopang utama lonjakan IHSG. Bank Central Asia BBCA memimpin daftar saham penggerak diikuti oleh Maha Properti Indonesia MPRO Barito Renewables Energy BREN Bank Mandiri BMRI dan Pantai Indah Kapuk Dua PANI. Di sisi lain Mitra Adiperkasa MAPI dan Mora Telematika Indonesia MORA menjadi beban yang menahan laju indeks.

Para investor kini tengah mencerna berbagai informasi yang datang dari kancah domestik dan global. Dari dalam negeri kabar gembira datang dari sektor manufaktur yang kembali ke zona ekspansi. Purchasing Managers Index PMI manufaktur Indonesia melonjak ke angka 502 pada Juli dari sebelumnya 469 di bulan Juni. Selain itu inflasi menunjukkan tren mereda dengan deflasi bulanan sebesar 014 persen yang menurunkan inflasi tahunan menjadi 288 persen. Sektor perbankan juga tetap solid dengan pertumbuhan kredit mencapai 1267 persen secara tahunan hingga Juni 2026.

Namun di balik optimisme tersebut ada bayangan yang sedikit mengganggu. Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat defisit sebesar US$450 juta pada Juni 2026. Ini merupakan defisit kedua berturut-turut setelah Mei juga mencatatkan defisit US$161 miliar. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena pertumbuhan impor yang lebih cepat dibandingkan ekspor.

Dari arena global sentimen pasar cenderung membaik. Harga minyak dunia anjlok lebih dari 4 persen seiring harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah. Pelemahan indeks dolar Amerika Serikat AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga memberikan angin segar bagi aliran dana ke pasar negara-negara berkembang. Meskipun demikian ketidakpastian hubungan AS-Iran masih menjadi sorotan investor yang menanti kepastian penyelesaian diplomatik. Selain itu rilis data JOLTS Job Openings AS malam ini akan menjadi petunjuk penting bagi pasar tenaga kerja dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve The Fed ke depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar