IHSG Meroket Lebih 3 Persen Ini Biang Keroknya

IHSG Meroket Lebih 3 Persen Ini Biang Keroknya

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG membuka pekan perdagangan Senin 15 Juni 2026 dengan performa yang sangat impresif. Setelah mengakhiri pekan sebelumnya dengan tren positif, laju indeks kebanggaan pasar modal Indonesia ini langsung melesat lebih dari 3,5 persen, menembus kembali level psikologis 6.200 dan bertengger di posisi 6.221,44 pada pukul 09.10 WIB.

COLLABMEDIANET

Data dari IDX Mobile menunjukkan dominasi kekuatan beli investor. Sebanyak 548 saham berhasil mengukir penguatan, sementara hanya 82 saham yang terkoreksi, dan 91 lainnya bergerak stagnan. Aktivitas transaksi pun sangat tinggi, mencatatkan nilai Rp3,61 triliun dengan volume perdagangan mencapai 5,81 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 363 ribu kali.

IHSG Meroket Lebih 3 Persen Ini Biang Keroknya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Beberapa emiten raksasa menjadi primadona di lantai bursa hari ini. Saham-saham seperti BBCA BBRI BMRI TPIA dan BUMI tercatat sebagai yang paling aktif diperdagangkan, menarik perhatian besar dari para investor.

Lonjakan IHSG ini tak lepas dari kebangkitan saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip, khususnya dari sektor perbankan yang sempat tertekan sejak awal tahun. Tak hanya itu, saham-saham emiten konglomerat yang sebelumnya ambruk pasca pengumuman MSCI, kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan, perlahan merangkak naik dari titik terendah mereka.

Sentimen positif yang menyuntikkan energi ke pasar domestik datang dari kabar kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Perjanjian ini membuka kembali Selat Hormuz, yang secara langsung memicu penurunan harga minyak mentah global. Di sisi lain, kinerja perkasa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berhasil bangkit dari level terendah sepanjang masa juga turut memberikan dorongan signifikan bagi indeks.

Mengutip data Refinitiv, seluruh sektor perdagangan kompak menguat, dengan kenaikan paling mencolok terlihat pada sektor barang baku utilitas dan finansial. Saham BBCA menjadi lokomotif utama yang menyumbang 25 poin bagi kinerja IHSG. Diikuti oleh BBRI dan BMRI yang masing-masing berkontribusi 16 dan 15 poin indeks. Tak ketinggalan, BRMS AMMN dan MORA juga memberikan sumbangan penguatan sekitar 11 poin indeks.

Meskipun pasar bergairah, pergerakan pasar keuangan dalam sepekan ke depan diperkirakan masih akan dibayangi oleh ketidakpastian global yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah. Setelah harga minyak dunia melonjak tajam dan volatilitas pasar meningkat dalam beberapa pekan terakhir, investor kini menanti sejumlah data ekonomi penting yang akan menjadi petunjuk arah pertumbuhan ekonomi global, prospek suku bunga, hingga stabilitas nilai tukar.

Fokus utama pasar akan tertuju pada hasil rapat suku bunga Bank Indonesia dan The Federal Reserve The Fed. Selain itu, data konsumsi Amerika Serikat serta sederet indikator ekonomi China yang selama ini menjadi barometer permintaan komoditas dunia juga akan dicermati. Bagi Indonesia, kombinasi data tersebut akan sangat berpengaruh terhadap pergerakan rupiah IHSG pasar obligasi hingga prospek sektor komoditas seperti batu bara nikel dan minyak sawit mentah CPO.

Bursa saham di kawasan Asia menyambut positif berita tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat AS dan Iran. Harga minyak dunia langsung anjlok tajam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kedua negara telah menyelesaikan perjanjian untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Di Asia, antusiasme investor terlihat jelas. Indeks Kospi Korea Selatan melesat 5,1 persen memimpin penguatan di kawasan. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 3,6 persen, sementara indeks Topix menguat 2,6 persen. Di Australia, indeks SP ASX 200 turut mencatat kenaikan sebesar 1,3 persen.

Laporan dari haluannews.id menunjukkan kontrak berjangka minyak mentah AS jenis WTI untuk pengiriman Juli turun 4,77 persen menjadi US$80,83 per barel pada pukul 20.27 ET. Sementara itu, kontrak berjangka Brent patokan internasional untuk pengiriman Agustus diperdagangkan sekitar 4 persen lebih rendah menjadi US$83,77 per barel.

Dalam unggahan di media sosial, Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka pada hari Jumat, bertepatan dengan jadwal upacara penandatanganan perjanjian damai resmi di Swiss. "Dengan dibukanya Selat Hormuz setelah penandatanganan Perjanjian pada hari Jumat, untuk tujuan pembersihan ranjau, minyak akan mengalir kembali di kedua ujungnya bagi kawasan ini, dan dunia!" tulis Trump.

Seperti diketahui, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Namun, lalu lintas kapal tanker sempat anjlok drastis pada awal Maret akibat serangan Iran, yang memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang berperan sebagai mediator, mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mengumumkan penghentian segera dan permanen atas operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar