IHSG Meroket Lebih 1 Persen Ada Apa Ini

IHSG Meroket Lebih 1 Persen Ada Apa Ini

haluannews.id – Bursa Efek Indonesia pada Rabu 1 Juli 2026 menyajikan drama awal perdagangan yang mendebarkan. Setelah sempat tergelincir tipis di pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan IHSG dengan cepat berbalik arah dan melesat kuat ke zona hijau. Penguatan lebih dari 1 persen ini bahkan berhasil menembus level psikologis 5.700 memicu optimisme di kalangan investor.

COLLABMEDIANET

Pada pukul 09.00 WIB IHSG membuka sesi dengan koreksi 0,05 persen atau sekitar 3 poin ke posisi 5.640,61. Namun hanya dalam hitungan menit gelombang beli mendominasi pasar mendorong indeks naik signifikan. Total nilai transaksi awal mencapai sekitar Rp 156,13 miliar melibatkan 116,23 juta saham dalam 23.906 kali transaksi. Sebanyak 183 saham menguat 112 melemah dan 278 saham stagnan menunjukkan kekuatan pasar yang cukup merata. Emiten-emiten papan atas seperti BBCA BBRI BMRI DSSA dan MAPI menjadi motor penggerak utama dengan nilai transaksi terbesar.

IHSG Meroket Lebih 1 Persen Ada Apa Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Memasuki paruh kedua tahun 2026 pasar keuangan Indonesia dihadapkan pada sejumlah tantangan dan peluang baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satu kebijakan domestik penting yang mulai diimplementasikan adalah mandatori Bahan Bakar Minyak BBM biodiesel 50 persen atau B50. Program ini resmi berlaku sejak 1 Juli 2026 menandai era baru dalam kebijakan energi nasional yang telah dirintis selama hampir dua dekade. Pemerintah menetapkan masa transisi tiga bulan agar distribusi dan pencampuran bahan bakar berjalan mulus sebelum B50 sepenuhnya tersedia di seluruh SPBU pada 1 Oktober 2026.

Perhatian investor juga tertuju pada rilis data ekonomi krusial hari ini. S&P Global dijadwalkan mengumumkan data PMI Manufaktur Indonesia. Sebagai catatan pada April 2026 PMI Indonesia berada di angka 50,0 menunjukkan perbaikan dari kontraksi 49,1 di bulan sebelumnya. Angka di atas 50 mengindikasikan ekspansi dunia usaha sementara di bawahnya berarti kontraksi. Selain itu Badan Pusat Statistik BPS akan mempublikasikan data inflasi Indonesia periode Juni 2026. Pada Mei 2026 inflasi tahunan mencapai 3,08 persen melampaui ekspektasi didorong oleh kenaikan harga pangan dan biaya distribusi. Konsensus pasar memproyeksikan inflasi Juni akan sedikit naik ke level 3,1 persen. Tak ketinggalan BPS juga akan merilis data neraca perdagangan Mei 2026 yang sebelumnya mencatat surplus terkecil sejak April 2020 yakni US$ 0,09 miliar pada April 2026.

Dari arena global ketegangan geopolitik masih menjadi sorotan utama. Iran pada Selasa lalu menegaskan tidak akan mengadakan pertemuan dengan utusan tinggi Amerika Serikat. Hal ini menyisakan ketidakpastian prospek perdamaian jangka panjang antara kedua negara. Teheran memilih fokus pada penyelesaian rincian gencatan senjata yang disepakati dua pekan sebelumnya sebelum membahas isu-isu lebih kompleks seperti program nuklir. Selain itu Iran juga menegaskan akan tetap mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz bersama Oman dan berencana memberlakukan tarif pelayaran mulai pertengahan Agustus. Meskipun demikian harga minyak global justru menunjukkan tren pelemahan. Di sisi lain Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB memperingatkan potensi dampak perang yang dapat memicu lonjakan harga pangan dan energi di negara-negara rentan.

Perkembangan ekonomi global lainnya juga patut dicermati. S&P Global hari ini akan merilis data RatingDog China Manufacturing PMI. Pada Mei 2026 aktivitas manufaktur Tiongkok mencatat moderasi ke level 51,8 namun tetap di atas proyeksi pasar 51,4 ditopang kuat oleh permintaan domestik. Sementara itu bursa Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada awal perdagangan Rabu. Pelemahan yen Jepang ke level terendah dalam 40 tahun terhadap dolar AS menjadi perhatian utama memicu spekulasi intervensi otoritas Jepang. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,79 persen dan Topix naik 1,07 persen. Di Korea Selatan Kospi melonjak 1,52 persen namun Kosdaq justru terkoreksi 0,42 persen. Pasar saham Australia relatif datar dengan indeks S&P/ASX 200 turun tipis 0,05 persen.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar