haluannews.id – Pasar modal Indonesia kembali bergelora pada perdagangan Kamis 23 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG tampil perkasa, berhasil menembus level psikologis krusial 6400 yang sebelumnya sulit ditaklukkan. Momentum penguatan ini menandai kebangkitan optimisme setelah sempat terkoreksi tipis.

Related Post
Pada penutupan sesi pertama, IHSG melonjak signifikan 9568 poin atau setara 151 persen, mendarat di posisi 643015. Sepanjang paruh pertama hari perdagangan, indeks bergerak dinamis antara 633824 hingga menyentuh puncak intraday 643720, menegaskan dominasi sentimen positif.

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan gairah luar biasa. Total nilai transaksi mencapai Rp 1190 triliun, melibatkan perputaran 3481 miliar saham dalam 175 juta kali transaksi. Data ini menggambarkan betapa kuatnya aksi beli, dengan 450 saham menguat, sementara hanya 166 saham melemah, dan 177 saham lainnya bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut membengkak menjadi Rp 11286 triliun, bertambah hampir Rp 200 triliun dari hari sebelumnya.
Lonjakan IHSG kali ini didorong oleh performa cemerlang saham-saham dari sektor komoditas, teknologi, dan perbankan. Secara sektoral, properti memimpin dengan kenaikan fantastis 612 persen, diikuti oleh energi yang melesat 321 persen, utilitas 291 persen, dan barang baku 286 persen. Hanya sektor kesehatan yang sedikit tertekan, mencatatkan penurunan tipis 027 persen.
Beberapa emiten menjadi pahlawan utama penguatan indeks. PT Bumi Resources Tbk BUMI memberikan kontribusi terbesar dengan sumbangan 956 poin. Disusul oleh PT Maha Properti Indonesia Tbk MPRO dengan 768 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN 674 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk BRMS 521 poin, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk CUAN 456 poin, PT Multipolar Technology Tbk MLPT 382 poin, serta PT Barito Renewables Energy Tbk BREN 342 poin.
Namun, tidak semua saham ikut berpesta. Beberapa emiten besar justru menjadi penekan laju indeks. PT Bank Central Asia Tbk BBCA memangkas 441 poin dari IHSG. Saham lain yang turut membebani antara lain PT Astra International Tbk ASII, PT Telkom Indonesia Persero Tbk TLKM, PT MNC Digital Entertainment Tbk MSIN, dan PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk BBNI.
Dari kacamata analisis teknikal, keberhasilan IHSG menembus level 6400 merupakan sinyal positif yang kuat untuk kelanjutan tren jangka pendek. Setelah sempat koreksi ringan sehari sebelumnya, indeks kembali bangkit dan mencetak level tertinggi baru. Posisi IHSG yang masih jauh di atas weighted moving average WMA 9 di kisaran 6257 semakin mengukuhkan tren kenaikan. Level 6400 yang tadinya menjadi resistensi, kini berubah fungsi menjadi area dukungan penting yang harus dipertahankan.
Jika indeks mampu bertahan di atas 6400 hingga penutupan perdagangan, peluang untuk terus melaju menuju rentang 6450-6500 akan semakin terbuka lebar. Sebaliknya, jika gagal mempertahankan level tersebut, aksi ambil untung jangka pendek mungkin tak terhindarkan, terutama setelah indeks menguat lebih dari 23 persen sejak menyentuh titik terendah pada awal Juni lalu.
Sentimen pasar juga turut mewarnai pergerakan ini. Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan BI Rate di level 525 persen, sesuai ekspektasi pasar, memberikan kepastian. Meskipun investor asing masih mencatat jual bersih sebesar Rp 9203 miliar pada perdagangan sebelumnya, optimisme investor domestik serta rotasi ke saham-saham komoditas dan teknologi berhasil menjaga momentum penguatan pasar saham Indonesia.










Tinggalkan komentar