IHSG Melesat Kuat Tembus Batas Psikologis

IHSG Melesat Kuat Tembus Batas Psikologis

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil perkasa pada penutupan perdagangan Jumat 7 Agustus 2026 meneruskan laju impresifnya di tengah dinamika sentimen global yang terus dipantau investor menjelang akhir pekan. Bursa saham domestik kembali unjuk gigi dengan performa yang memukau.

COLLABMEDIANET

Mengukir performa cemerlang IHSG berhasil menembus level psikologis 6.400 tepatnya bertengger di angka 6.40965 saat bel penutupan berbunyi pukul 16.00 WIB. Kenaikan signifikan sebesar 6594 poin atau 104 persen ini jauh melampaui posisi penutupan sebelumnya di 6.34371.

IHSG Melesat Kuat Tembus Batas Psikologis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Total perdagangan hari ini mencapai Rp 1646 triliun dengan volume transaksi mencapai 3798 miliar saham yang diperdagangkan dalam 221 juta kali transaksi. Sebanyak 355 saham berhasil menguat 235 saham tertekan melemah sementara 203 saham lainnya bergerak stagnan.

Berdasarkan data Refinitiv sektor teknologi barang baku dan properti menjadi lokomotif penggerak utama penguatan IHSG hari ini. Sementara itu hanya sektor konsumer non-primer dan kesehatan yang harus rela terkoreksi. Beberapa emiten yang menjadi penopang utama lonjakan IHSG antara lain TLKM ISAT BUMI AMMN dan MBMA.

Dinamika pasar hari ini diwarnai sentimen yang bervariasi. Dari ranah eksternal bursa Asia-Pasifik mayoritas memulai sesi dengan kenaikan. Nikkei 225 Jepang menguat lebih dari 02 persen Topix naik 029 persen Kospi Korea Selatan bertambah 089 persen dan Kosdaq melonjak 06 persen. Optimisme investor didorong harapan tercapainya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz yang berpotensi meredakan tekanan harga minyak dunia. Selain itu penantian data perdagangan China juga menjadi sinyal penting bagi prospek permintaan komoditas global.

Namun kewaspadaan tetap menyelimuti pasar mengingat Wall Street ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi seiring penguatan indeks dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat US Treasury. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang publikasi data ketenagakerjaan AS terutama non-farm payrolls NFP yang menjadi patokan penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Sementara itu S&P/ASX 200 Australia justru terkoreksi 045 persen.

Di dalam negeri fokus pasar beralih pada rilis cadangan devisa cadev Indonesia periode Juli 2026. Posisi cadev akan menjadi tolok ukur vital untuk menilai daya tahan eksternal Indonesia di tengah gejolak pasar global dan kemantapan nilai tukar rupiah. Selain itu pasar juga mencermati wacana penawaran umum perdana IPO sejumlah BUMN besar seperti Pelindo Pegadaian Pupuk Indonesia dan Angkasa Pura yang digodok oleh Danantara sebagai bagian dari transformasi BUMN. Meski demikian implementasinya baru akan dilakukan setelah proses konsolidasi dan restrukturisasi selesai.

Pada perdagangan Kamis 6 Agustus 2026 investor asing membukukan penjualan bersih net sell sebesar Rp 2735 miliar. Namun tren perdagangan menunjukkan adanya pergeseran alokasi investasi. Investor asing mengurangi kepemilikan pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA TLKM ANTM dan BRMS namun secara bersamaan mereka meningkatkan akumulasi pada saham DSSA TPIA PTRO serta bank-bank Himbara seperti BBRI BBNI dan BMRI.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar