IHSG Melejit 1 Persen Ini Biang Keroknya

IHSG Melejit 1 Persen Ini Biang Keroknya

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG berhasil menutup perdagangan Kamis 16 Juli 2026 dengan performa gemilang melonjak 1,1 persen dan kembali menembus level psikologis 6.100. Kenaikan signifikan ini terjadi setelah sempat menghadapi tekanan berat dan tergelincir ke zona merah di awal sesi akibat guncangan dari saham PT DCI Indonesia Tbk DCII.

COLLABMEDIANET

Pada penutupan perdagangan, IHSG bertengger di posisi 6.108,21, melesat 66,24 poin atau setara 1,10 persen. Data bursa mencatat 385 saham menguat, 254 melemah, dan 326 lainnya stagnan. Total nilai transaksi mencapai angka fantastis Rp13,22 triliun, melibatkan 26,23 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,27 juta kali transaksi. Alhasil kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia BEI ikut terkerek menjadi Rp10.659 triliun.

IHSG Melejit 1 Persen Ini Biang Keroknya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Perjalanan indeks sepanjang hari didominasi oleh penguatan setelah sempat tertekan di 30 menit pertama. Seluruh sektor industri menunjukkan kinerja positif dengan ditutup di zona hijau. Sektor bahan baku menjadi jawara dengan kenaikan 1,67 persen, diikuti sektor keuangan yang menguat 1,22 persen, utilitas 1,03 persen, konsumer primer 0,87 persen, dan energi 0,85 persen. Peran sektor keuangan sangat vital, didorong oleh reli saham-saham bank berkapitalisasi jumbo.

Beberapa saham raksasa menjadi motor penggerak utama lonjakan IHSG. PT Astra International Tbk ASII menyumbang kenaikan terbesar sekitar 10,19 poin. Disusul PT Bank Mandiri Persero Tbk BMRI dengan 8,99 poin, PT Bank Central Asia Tbk BBCA 8,83 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN 6,75 poin, serta PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI 4,38 poin. Kontribusi signifikan dari saham-saham blue chip ini berhasil meredam tekanan yang sebelumnya datang dari DCII.

Sepanjang sesi perdagangan, saham PT DCI Indonesia Tbk DCII sempat menjadi beban terberat bagi IHSG. Di awal sesi, saham milik Toto Sugiri ini anjlok tajam hingga 7,4 persen ke level Rp183.900, memangkas sekitar 15 poin dari IHSG dan menyeret indeks ke area negatif. Namun, drama ini berangsur mereda menjelang penutupan pasar. DCII berhasil memangkas pelemahannya menjadi hanya 0,44 persen, sehingga dampak negatifnya terhadap IHSG menyusut drastis menjadi sekitar 0,9 poin saja.

Di tengah hiruk pikuk pasar domestik, pemodal asing menunjukkan sikap yang cenderung waspada. Meskipun sempat mencatatkan net sell di pasar reguler hingga sesi I, secara keseluruhan investor asing membukukan net buy sekitar Rp1 triliun. Angka ini didorong oleh adanya transaksi raksasa di pasar negosiasi saham PT Perdana Karya Perkasa Tbk PKPK senilai sekitar Rp1,44 triliun.

Total transaksi investor asing pada sesi pertama mencapai Rp4,19 triliun, dengan foreign buy sebesar Rp2,60 triliun dan foreign sell Rp1,59 triliun. Namun, aksi jual masih terlihat pada beberapa saham unggulan. PT Chandra Asri Pacific Tbk TPIA menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai Rp60,83 miliar, diikuti PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk RANS Rp43,36 miliar, PT Astra International Tbk ASII Rp30,21 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI Rp24,63 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk AMRT Rp17,25 miliar, serta PT Bumi Resources Tbk BUMI Rp13,79 miliar.

Dengan melunaknya tekanan dari DCII dan didukung oleh solidnya performa saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan Astra dan Amman Mineral, IHSG akhirnya mampu mempertahankan momentum reli hingga akhir perdagangan dan kembali perkasa di atas level psikologis 6.100.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar