haluannews.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan ketangguhan luar biasa pada Jumat 10 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG berhasil menutup sesi perdagangan pertama dengan kenaikan tipis, menentang sentimen negatif yang datang dari berbagai penjuru dunia. Investor dibuat terheran-heran melihat indeks acuan ini mampu bertahan di tengah bayang-bayang ketegangan geopolitik yang kembali memanas di Timur Tengah.

Related Post
Berdasarkan data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia BEI, IHSG mengakhiri sesi siang dengan penguatan 6,03 poin atau 0,1 persen, bertengger di level 5.918,47. Pergerakan pasar mencatat 405 saham berhasil melaju positif, sementara 208 saham harus terkoreksi, dan 171 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi mencapai angka fantastis Rp 4,7 triliun, melibatkan perputaran 11,53 miliar saham dalam 1,26 juta kali transaksi.

Para pelaku pasar memperkirakan pergerakan IHSG akan sangat volatil sepanjang hari ini, didominasi oleh isu-isu global. Eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi perhatian utama, ditambah lagi dengan peringatan keras dari Dana Moneter Internasional IMF mengenai peningkatan risiko ekonomi global. Kekhawatiran akan suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama juga masih membayangi keputusan investasi.
Namun, di tengah awan mendung tersebut, ada secercah harapan. Pelemahan indeks dolar Amerika Serikat berpotensi memberikan angin segar bagi nilai tukar rupiah. Dari dalam negeri, sorotan tertuju pada agenda penting peluncuran mandatori biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo Subianto, yang diharapkan mampu mendorong sektor energi. Bank Indonesia BI juga melaporkan bahwa penjualan ritel, meskipun masih mengalami tekanan bulanan, menunjukkan sinyal perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.
Selain itu, investor juga mencermati data ekonomi Amerika Serikat yang mengindikasikan klaim pengangguran tetap berada di level rendah. Federal Reserve pun tidak tinggal diam, membentuk sejumlah gugus tugas untuk mengkaji arah kebijakan moneter ke depan, memberikan sedikit kejelasan di tengah ketidakpastian.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham menunjukkan performa positif pada perdagangan pagi. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan lonjakan 4,58 persen, diikuti oleh Nikkei Jepang yang naik 2,11 persen. NZX 50 Selandia Baru menguat 0,88 persen, Shenzhen Composite bertambah 0,71 persen, FTSE Bursa Malaysia naik 0,69 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,50 persen, SGX haluannews.id China Growth naik 0,49 persen, ASX 200 Australia menguat 0,32 persen, dan Shanghai Composite naik 0,25 persen. Hanya Straits Times Singapura yang melemah 0,20 persen dan Taiex Taiwan turun 0,83 persen. Penguatan ini terjadi seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga minyak, meskipun perkembangan konflik di Timur Tengah tetap menjadi pantauan ketat.










Tinggalkan komentar