Revolusi BUMN Pangkas Ratusan Anak Usaha Dana Publik Terselamat

Revolusi BUMN Pangkas Ratusan Anak Usaha Dana Publik Terselamat

haluannews.id – Jakarta – Sebuah gebrakan besar tengah terjadi di lingkungan perusahaan pelat merah Indonesia. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara secara intensif menggenjot efisiensi operasional melalui langkah konsolidasi masif anak usaha serta penggabungan sejumlah entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Upaya ini digadang-gadang sebagai salah satu restrukturisasi korporasi terbesar di dunia.

COLLABMEDIANET

Donny Oskaria, yang menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), melayangkan apresiasi tinggi kepada para CEO BUMN. Menurutnya, keterlibatan langsung mereka dalam proses transformasi dan perampingan ini patut diacungi jempol. "Jumlah perusahaan kita yang berkurang itu sungguh luar biasa dan saya betul-betul berterima kasih kepada seluruh CEO BUMN yang terlibat dalam proses ini," ungkap Donny dalam sebuah wawancara dengan haluannews.id pada Senin, 24 Agustus 2026.

Revolusi BUMN Pangkas Ratusan Anak Usaha Dana Publik Terselamat
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Ia menyoroti beberapa contoh konkret dari upaya perampingan ini. PT Pertamina (Persero) berhasil memangkas 124 anak perusahaannya. Tak kalah impresif, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sukses merampingkan jumlah entitas dari 68 menjadi hanya 18, yang berarti pengurangan sebanyak 50 perusahaan. Grup Pupuk Indonesia juga tidak ketinggalan, dengan lebih dari 40 anak perusahaan yang kini telah dikonsolidasikan.

Proses restrukturisasi besar-besaran ini mendapat pujian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut Donny, seluruh pimpinan BUMN kini bersatu padu, bergerak sebagai satu kesatuan untuk mewujudkan perbaikan dan transformasi perusahaan. Danantara, jelasnya, memegang peranan vital dalam memimpin arah transformasi, merumuskan visi strategis, dan memastikan setiap eksekusi berjalan sesuai target. Sementara itu, implementasi konsolidasi dan perbaikan di tingkat operasional tetap menjadi tanggung jawab penuh para CEO BUMN di masing-masing perusahaan.

Dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD pada 14 Agustus 2026, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penataan korporasi ini berpotensi menjadi yang terbesar di dunia. Meski demikian, perampingan ini bukan berarti semua perusahaan akan ditutup begitu saja. Tercatat, sebanyak 290 perusahaan telah ditutup atau sedang dalam proses penataan. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan lebih dari 750 perusahaan akan ditutup, dilebur, didivestasikan, atau dikonsolidasikan hingga mencapai maksimal 300 entitas.

Langkah efisiensi ini telah membuahkan hasil signifikan. Klaim pemerintah menunjukkan adanya penghematan biaya operasional sekitar Rp50 triliun setiap tahunnya. Angka ini ditargetkan meningkat menjadi sekitar Rp70 triliun hingga akhir tahun 2026. Dana yang sebelumnya terbuang untuk membiayai perusahaan tidak produktif dan struktur pengurus yang berlapis-lapis kini akan dialihkan. Prioritas baru meliputi investasi strategis, industrialisasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pembangunan infrastruktur sosial seperti klinik, sekolah, dan perumahan rakyat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar