Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan keadaan dan ditutup di zona positif pada sesi I perdagangan hari ini, Senin (13/10/2025). Sempat tertekan di awal sesi hingga menyentuh level terendah 8.169,65 atau turun 1,07%, IHSG mampu bangkit dan mengakhiri sesi di level 8.259,4, naik tipis 0,02% atau 1,54 poin.

Related Post
Pergerakan fluktuatif ini diwarnai dengan 269 saham yang menguat, 441 saham melemah, dan 246 saham yang stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 14,57 triliun dengan volume 22,66 miliar saham dalam 1,73 juta transaksi.

Sektor properti menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 2,2%, sementara sektor konsumer primer mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,7%.
Saham-saham milik konglomerat menjadi penyelamat IHSG dari penurunan lebih dalam. Saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) milik Prajogo Pangestu menjadi motor penggerak dengan sumbangan 13,59 indeks poin setelah melonjak 13,9% ke level 2.770. Selain itu, saham Amman Mineral (AMMN) terafiliasi Salim juga memberikan kontribusi positif sebesar 12,55 indeks poin setelah naik 5,41%. Bumi Resources Minerals (BRMS) milik grup Bakrie turut menyumbang 6,17 indeks poin.
Saham-saham lain milik Prajogo seperti Barito Pacific (BRPT) dan Barito Renewables Energy (BREN), serta saham Pradiksi Gunatama (PGUN) dan Jhonlin Agro Raya (JARR) milik Haji Isam juga turut memberikan dorongan bagi IHSG.
Di sisi lain, saham-saham perbankan justru menjadi pemberat indeks. BRI (BBRI) terkoreksi 1,61% dengan kontribusi negatif 9,9 indeks poin, diikuti oleh BCA (BBCA) yang menyeret IHSG sebesar 5,36 indeks poin. Telkom (TLKM) dan BNI (BBNI) juga turut memberikan tekanan dengan kontribusi masing-masing -2,28 indeks poin dan -1,78 indeks poin.
Volatilitas pasar keuangan hari ini dipicu oleh sentimen negatif dari bursa Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu. Ketegangan hubungan antara AS dan China menjadi salah satu faktor utama yang memicu kekhawatiran investor.
Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif impor terhadap seluruh produk asal China hingga 100% melalui platform Truth Social, mengguncang pasar keuangan global. Kapitalisasi pasar Wall Street menyusut lebih dari Rp33.000 triliun dalam waktu 24 jam.
Sebagai respons, China memperketat izin ekspor logam tanah jarang (rare earths), komponen penting bagi industri kendaraan listrik dan pertahanan, sebagai langkah balasan terhadap AS.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar