IHSG Bangkit! Lonjakan 1,74% Usai 5 Hari Terpuruk

IHSG Bangkit! Lonjakan 1,74% Usai 5 Hari Terpuruk

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I Rabu (12/2/2025) di zona hijau, setelah lima hari beruntun terpuruk hingga menyentuh level psikologis 6.500. Tekanan sentimen global dan eksodus dana asing menjadi penyebab utama penurunan tersebut. Namun, kejutan terjadi di akhir perdagangan. IHSG melesat tajam, menguat 1,74% ke posisi 6.645,78.

COLLABMEDIANET

Nilai transaksi awal sesi I mencapai Rp 10,92 triliun, dengan volume 16,68 miliar lembar saham dan 1,1 juta kali transaksi. Dari 784 saham yang diperdagangkan, 367 saham menguat, 212 melemah, dan 217 stagnan.

IHSG Bangkit! Lonjakan 1,74% Usai 5 Hari Terpuruk
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penguatan IHSG hari ini didorong oleh rebound saham-saham blue chip yang sebelumnya tertekan. Telkom Indonesia (TLKM) menjadi penopang utama, menguat 6,90% dan menyumbang kenaikan indeks 18,51 poin. Sejumlah saham konglomerasi juga ikut menghijau, di antaranya Chandra Asri Pacific (TPIA) naik 11,28% (17,13 poin indeks), Amman Mineral Internasional (AMMN) naik 5,90% (12,81 poin indeks), dan Barito Renewables Energy (BREN) naik 4,15% (9,64 poin indeks).

Empat bank terbesar RI (BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI) juga berkontribusi signifikan, dengan Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatatkan penguatan terbesar, yakni 5,65%. GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dan Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) melengkapi sepuluh saham dengan kontribusi terbesar pada penguatan IHSG hari ini.

Penurunan IHSG selama lima hari sebelumnya telah memicu kekhawatiran investor. Sentimen negatif global dan arus keluar dana asing menjadi penyebab utama pelemahan. Namun, beberapa analis memperkirakan rebound ini sebagai pembalikan arah sementara, didorong oleh optimisme pelaku pasar dan pelaku usaha.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, tetap optimis terhadap industri pasar modal Indonesia, meski mengakui adanya gejolak global. Ia menekankan ketahanan pasar modal Indonesia tahun lalu dan kinerja emiten yang tetap meningkat. "Kita selalu optimis, tapi tetap waspada," ujarnya.

Di sisi lain, beberapa saham big cap dinilai sudah cukup murah secara fundamental, kemungkinan menarik minat investor kembali ke pasar saham Indonesia, meskipun ketidakpastian masih tinggi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar