Taipan Chip AI Hadapi Pajak Rp129 T, Responsnya Bikin Melongo!

Taipan Chip AI Hadapi Pajak Rp129 T, Responsnya Bikin Melongo!

Haluannews Ekonomi – Negara bagian California, Amerika Serikat, tengah merancang kebijakan pajak kekayaan yang ambisius, menyasar para miliarder dengan aset jumbo. Salah satu sosok yang paling disorot adalah Jensen Huang, CEO raksasa semikonduktor Nvidia, yang kekayaannya kini menembus angka US$191,5 miliar. Di tengah potensi kewajiban pajak yang fantastis, mencapai sekitar Rp129 triliun, Huang justru memberikan respons yang mengejutkan dan jauh dari keberatan.

COLLABMEDIANET

Dengan kekayaan yang mencapai angka tersebut, Huang berpotensi menghadapi kewajiban pajak sebesar US$7,75 miliar, atau setara dengan sekitar Rp129 triliun (mengacu kurs Rp17.600/US$), jika California resmi memberlakukan pajak kekayaan satu kali sebesar 5% bagi individu dengan aset di atas US$1,1 miliar. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu orang terkaya ketujuh di dunia, menurut catatan Forbes terbaru.

Taipan Chip AI Hadapi Pajak Rp129 T, Responsnya Bikin Melongo!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Saya bahkan tidak pernah memikirkannya," ujar Huang dalam wawancara dengan Bloomberg TV, seperti dikutip Haluannews.id pada Sabtu (16/5/2026). Ia menegaskan komitmennya terhadap wilayah tersebut, menambahkan, "Kami memilih tinggal di Silicon Valley, dan berapa pun pajak yang ingin diterapkan, tidak masalah bagi saya." Sikap ini sangat kontras dengan reaksi banyak miliarder lainnya yang cenderung skeptis atau menentang kebijakan serupa.

Usulan pajak kekayaan ini diajukan pada November 2025 oleh serikat pekerja sektor kesehatan dan mendapat dukungan dari sejumlah legislator progresif AS, termasuk Rep. Ro Khanna dan Senator Bernie Sanders. Inisiatif ini diperjuangkan untuk menutupi defisit anggaran kesehatan California yang membengkak pasca-pemotongan belanja federal, serta untuk membiayai pendidikan publik dan program bantuan pangan. Skema ini ditargetkan pada sekitar 200 orang terkaya di California, dengan potensi penerimaan mencapai US$100 miliar.

Agar dapat masuk ke dalam pemungutan suara pada November 2026, inisiatif ini membutuhkan lebih dari 870.000 tanda tangan. Jika berhasil disahkan, para miliarder yang saat ini berdomisili di California akan dikenai pajak atas seluruh aset bernilai ekonomis, termasuk saham dan kepemilikan bisnis, terlepas dari apakah mereka memutuskan untuk pindah dari California setelah awal tahun 2026. Namun, aset properti dikecualikan karena telah dikenakan pajak terpisah, dan pembayaran dapat dicicil hingga lima tahun.

Sikap santai Huang berbanding terbalik dengan kekhawatiran yang diungkapkan oleh sejumlah pengusaha teknologi lainnya. Palmer Luckey, pendiri Anduril, misalnya, menyatakan bahwa pajak yang diusulkan akan memaksa para pendiri perusahaan menjual sebagian besar saham mereka demi mendapatkan likuiditas yang cukup untuk membayar tagihan pajak. Senada, pemodal ventura dan salah satu pendiri Sun Microsystems, Vinod Khosla, menyarankan bahwa pajak kekayaan akan meyakinkan para miliarder untuk meninggalkan negara bagian tersebut. Bahkan, laporan dari The New York Times menyebutkan bahwa salah satu pendiri Google, Larry Page, dan pemodal ventura Peter Thiel, dilaporkan mempertimbangkan untuk meninggalkan California sebelum akhir tahun 2025 demi menghindari proposal pajak tersebut.

Namun, para pendukung inisiatif pemungutan suara menunjuk pada studi yang menyanggah gagasan bahwa pajak yang lebih tinggi akan mengakibatkan migrasi besar-besaran orang kaya dan bisnis. Kekayaan Jensen Huang sendiri sebagian besar berasal dari kepemilikan sekitar 3% saham di Nvidia, perusahaan semikonduktor yang kini memiliki valuasi pasar lebih dari US$4,6 triliun, didorong oleh ledakan permintaan chip kecerdasan buatan (AI) global yang masif. Sikapnya yang tenang dan menerima ini menjadi sorotan di tengah perdebatan sengit mengenai peran dan kontribusi para superkaya terhadap perekonomian dan kesejahteraan publik.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar