haluannews.id – Pasar modal Indonesia kembali diguncang ketidakpastian. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan tajam lebih dari 1 persen pada perdagangan intraday sesi kedua, Kamis (1/10/2026). Pelemahan yang cukup signifikan ini terjadi di tengah hiruk-pikuk dinamika politik domestik, menyusul langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan perombakan atau reshuffle pada jajaran Kabinet Merah Putih.

Related Post
Hingga pukul 14.30 WIB, IHSG terpantau terkoreksi sebesar 62,03 poin atau merosot 1,02 persen ke level 6.009,11. Kondisi pasar yang sedang lesu ini tercermin dari aktivitas transaksi yang mencapai nilai Rp 6,63 triliun dengan volume perdagangan sebesar 237,06 juta lot. Tercatat sebanyak 1,11 juta transaksi terjadi sepanjang perdagangan berlangsung. Meskipun ada 205 saham yang berhasil menguat, namun dominasi tekanan jual terlihat dari 438 saham yang bergerak di zona merah, sementara 145 saham lainnya bergerak stagnan.

Sektor teknologi menjadi motor utama yang menarik IHSG ke zona merah dengan penurunan mencapai 1,9 persen. Tak ketinggalan, sektor utilitas turut tertekan dengan penurunan 1,7 persen, disusul oleh sektor konsumer kritikal yang melemah 1,6 persen. Beberapa saham raksasa yang menjadi pemberat indeks antara lain PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT United Tractors Tbk. (UNTR), serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN).
Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang mencoba memberikan perlawanan dan menjadi penopang di tengah badai koreksi, seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), dan PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS).
Sentimen politik menjadi sorotan utama para pelaku pasar. Pelantikan sejumlah menteri dan wakil menteri baru oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara menciptakan volatilitas. Salah satu pergeseran posisi yang mencolok adalah pelantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Selain itu, perubahan struktur juga terjadi di sektor energi dengan Bahlil Lahadalia yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi.
Kondisi ini diperparah dengan aksi jual bersih oleh investor asing (net foreign sell) yang mencapai Rp204,30 miliar pada penutupan sesi pertama. Berdasarkan data Stockbit, total pembelian asing tercatat Rp1,70 triliun, namun angka ini kalah besar dibandingkan total penjualan asing yang menyentuh Rp1,90 triliun. Saham GOTO menjadi target utama aksi jual asing dengan nilai Rp62,77 miliar, disusul oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN).
Selain faktor domestik seperti rilis data PMI manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi, pasar global juga memberikan tekanan melalui ketidakpastian konflik geopolitik yang masih berlangsung. Meskipun terdapat sentimen positif dari penguatan manufaktur China dan data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi, pasar saham Indonesia tampaknya masih harus beradaptasi dengan transisi kepemimpinan di dalam kabinet.










Tinggalkan komentar