IHSG Ambruk Parah Sesi I Gara Gara Ini

IHSG Ambruk Parah Sesi I Gara Gara Ini

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak anjlok ke zona merah pada perdagangan Kamis 11 Juni 2026, setelah sempat menunjukkan penguatan signifikan di awal sesi. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG merosot tajam 1,91% atau kehilangan 113 poin, bertengger di posisi 5.789,39. Penurunan ini sekaligus mengakhiri tren positif yang sempat dinikmati pasar saham domestik selama dua hari berturut-turut.

COLLABMEDIANET

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, hanya 185 saham yang berhasil menguat, sementara 500 saham ambruk, dan 128 saham bergerak stagnan. Total nilai transaksi mencapai angka fantastis Rp12,67 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 22,26 miliar saham dalam 1,53 juta kali transaksi. Gejolak pasar masih sangat terasa hari ini, di mana IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.010 atau menguat 1,82% sebelum akhirnya terjun bebas lebih dari 1%.

IHSG Ambruk Parah Sesi I Gara Gara Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Hampir semua sektor perdagangan ambruk, dengan satu-satunya pengecualian adalah sektor teknologi yang masih mencatatkan penguatan. Penurunan terdalam dialami oleh sektor infrastruktur, barang baku, energi, dan properti. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, BREN, BRPT, AMMN, dan DSSA menjadi beban utama yang menyeret kinerja IHSG hari ini.

Investor terus memantau perkembangan sentimen global, termasuk gejolak pasar keuangan internasional dan pergerakan dana investor asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp3,13 triliun di seluruh pasar, meskipun IHSG berhasil ditutup menguat tajam. Pasar keuangan Indonesia hari ini juga masih dibayangi oleh bayang-bayang perang global, kekhawatiran terhadap ketahanan fiskal domestik, serta prospek ekonomi makro dunia.

Euforia penguatan IHSG dan rupiah yang sempat terjadi terancam buyar oleh dua kabar buruk dari Amerika Serikat: eskalasi konflik di Timur Tengah dan lonjakan inflasi Amerika Serikat.

Perang antara Iran dan AS kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan gempuran ke Iran pada Rabu, demikian pernyataan Komando Pusat AS (CENTCOM). Melalui platform X, CENTCOM mengumumkan militer AS "melancarkan serangan tambahan untuk pertahanan diri pada pukul 17.15 waktu ET terhadap sejumlah target di Iran atas arahan Panglima Tertinggi." Serangan ini ditegaskan sebagai "respons atas agresi Teheran yang tak henti-hentinya." Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Iran telah mengincar kapal-kapal Amerika Serikat di Selat Hormuz dengan serangan rudal dan drone. Eskalasi ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya pada Rabu menyatakan AS akan kembali menghantam Iran "dengan sangat keras", meningkatkan ancaman publiknya sambil terus menekan Teheran untuk menandatangani sebuah kesepakatan.

Sementara itu, Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat pada Rabu malam merilis data inflasi Mei 2026 yang mengejutkan, melonjak ke 4,2% secara tahunan. Angka ini naik dari posisi 3,8% pada April dan merupakan level tertinggi sejak April 2023. Secara bulanan, inflasi umum mencatatkan kenaikan 0,5%. Inflasi umum ini didorong oleh meroketnya harga energi hingga 3,9% secara bulanan atau 23,5% secara tahunan akibat tekanan pasar komoditas. Sebaliknya, inflasi inti, yang tidak termasuk energi dan pangan, menunjukkan kenaikan yang lebih terkendali dengan 0,2% secara bulanan dan 2,9% secara tahunan.

Merespons data inflasi kemarin, pasar memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan 17 Juni mendatang, dengan kemungkinan kenaikan suku bunga baru diperkirakan baru terjadi pada Desember. Menariknya, Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, justru memberi sinyal bahwa suku bunga bisa saja turun di masa mendatang, didorong oleh lonjakan produktivitas dari pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan yang diperkirakan akan memberikan dampak disinflasi signifikan bagi perekonomian secara keseluruhan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar