Heboh! Rp600 Juta Nasabah Indodax Raib, OJK Ungkap Indikasi Ini

Heboh! Rp600 Juta Nasabah Indodax Raib, OJK Ungkap Indikasi Ini

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti serius kasus dugaan hilangnya dana sebesar Rp600 juta milik seorang pengguna platform aset kripto Indodax. Insiden ini, yang telah memicu kekhawatiran di kalangan investor dan publik, masih dalam tahap penelusuran mendalam. OJK menegaskan bahwa belum ada kesimpulan final yang dapat ditarik mengingat adanya perbedaan keterangan dari berbagai pihak terkait.

COLLABMEDIANET

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, menjelaskan bahwa pihaknya telah memanggil manajemen Indodax untuk memfasilitasi proses investigasi. "Kami sudah panggil, sudah kami fasilitasi. Kelihatannya sedang ditelusuri oleh manajemen Indodax terkait apa sebenarnya kejadiannya," ujar Hasan saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat lalu. Ia menambahkan bahwa OJK akan menyampaikan hasil penelusuran jika sudah ada kejelasan yang komprehensif.

Heboh! Rp600 Juta Nasabah Indodax Raib, OJK Ungkap Indikasi Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut OJK, manajemen Indodax menunjukkan sikap kooperatif selama proses fasilitasi berlangsung. Pihak Indodax juga telah meminta nasabah yang merasa dirugikan untuk melampirkan bukti pendukung yang relevan guna memperjelas kronologi kejadian. "Karena masih ada dua versi, dari sisi nasabah maupun dari sisi pengurus Indodax. Tapi sudah kita panggil kemarin pengawas sudah coba meminta untuk Indodax menelusuri dan memastikan bahwa tidak ada kepentingan atau aset nasabah yang dirugikan," tegas Hasan, menekankan komitmen OJK dalam melindungi kepentingan investor.

Sebelumnya, CEO Indodax, William Sutanto, telah memberikan klarifikasi resmi terkait informasi yang beredar di media sosial dan sejumlah media digital. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kekhawatiran yang timbul di ruang publik akibat beredarnya informasi ini. "Kami memahami perhatian masyarakat, dan kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan secara bertanggung jawab dan transparan," kata William dalam keterangan resminya.

Berdasarkan penelusuran awal yang dilakukan Indodax terhadap akun-akun member yang informasinya beredar, perusahaan menemukan indikasi adanya akses ilegal ke akun pengguna. Namun, Indodax menegaskan bahwa akses ilegal ini tidak berasal dari sistem internal mereka, melainkan akibat faktor eksternal. Faktor-faktor tersebut meliputi phishing, malware, atau metode social engineering yang menargetkan perangkat maupun kredensial pribadi pengguna.

William Sutanto juga menegaskan bahwa aspek keamanan akun pengguna selalu menjadi prioritas utama perusahaan. "Keamanan pengguna selalu menjadi prioritas kami. Dari hasil penelusuran awal, indikasi yang muncul mengarah pada akses ilegal dari faktor eksternal. Meski demikian, kami tetap berkomitmen untuk mendampingi para member yang terdampak dan menindaklanjuti setiap kasus secara menyeluruh," jelasnya.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap perlindungan pengguna, Indodax akan menghubungi para member terkait secara individual untuk melakukan penelusuran lebih lanjut sesuai dengan kronologi masing-masing kasus. Indodax juga membuka ruang komunikasi bagi member lain yang ingin membahas kondisi akun mereka secara lebih detail. Selain itu, Indodax secara konsisten mengedukasi pengguna mengenai pentingnya menjaga keamanan akun, antara lain dengan mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA), tidak membagikan data sensitif, menggunakan kata sandi yang kuat dan tidak mudah ditebak, meningkatkan kewaspadaan terhadap tautan mencurigakan, serta memastikan perangkat yang digunakan terbebas dari malware.

Ke depan, Indodax berjanji akan terus memperkuat edukasi keamanan bagi pengguna serta memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara menyeluruh. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan dan kenyamanan seluruh member di ekosistem aset kripto yang dinamis dan berkembang pesat ini.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar