Haluannews Ekonomi – Aksi korporasi kembali menggeliat di pasar modal. PT Investasi Sukses Bersama (ISB), kendaraan investasi milik Hashim Djojohadikusumo, terpantau semakin memperkuat posisinya di PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge. Data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, ISB telah menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 750 juta lembar.

Related Post
Dengan tambahan tersebut, kepemilikan ISB di emiten penyedia layanan internet ini melonjak signifikan menjadi sekitar 1,94 miliar saham, atau setara dengan 61,19% per tanggal 9 Juli 2025. Sebelumnya, ISB hanya menggenggam sekitar 1,19 miliar saham, atau 49,70% dari total saham WIFI yang beredar.

Detail mengenai waktu dan harga transaksi pembelian saham ini masih belum diungkapkan secara gamblang. Namun, pada tanggal 10 Juli 2025, Surge dalam keterbukaan informasinya mengumumkan bahwa jumlah saham WIFI yang beredar telah meningkat menjadi 3,34 miliar saham, setelah perusahaan menggelar rights issue dengan menerbitkan 2,94 miliar saham baru.
Sebelumnya, pada 10 April 2025, manajemen WIFI mengumumkan pelaksanaan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) dengan nilai total mencapai Rp5,9 triliun. Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per saham, dengan harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp2.000 per saham.
Dana segar yang diperoleh dari rights issue ini akan dialokasikan seluruhnya untuk memperkuat modal entitas anak perusahaan, yaitu PT JIA. Selanjutnya, JIA akan menyalurkan dana tersebut kepada PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), yang akan menggunakannya sebesar 98,36% untuk membiayai pembangunan jaringan Fiber to The Home (FTTH) sebanyak 4 juta sambungan di Pulau Jawa. Sisanya, sekitar 1,64%, akan digunakan sebagai modal kerja operasional.
Sebagai informasi tambahan, Hashim Djojohadikusumo melalui PT Arsari Sentra Data telah mengakuisisi 45% saham Investasi Sukses Bersama dari Tinawati pada akhir tahun 2024. Langkah ini secara tidak langsung mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemegang saham kunci di WIFI.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar