Harita Nickel (NCKL) Cetak Laba Gede! Kuartal III Terbang 33%

Harita Nickel (NCKL) Cetak Laba Gede! Kuartal III Terbang 33%

Haluannews Ekonomi – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), emiten tambang nikel terkemuka, mencatatkan kinerja keuangan yang impresif dengan raihan laba bersih sebesar Rp 6,45 triliun pada kuartal III tahun 2025. Angka ini melonjak 33,24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

COLLABMEDIANET

Pendapatan perseroan juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai Rp 22,4 triliun, naik 9,93% yoy. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan volume produksi dan penjualan nikel seiring dengan permintaan global yang terus meningkat. Meskipun beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan sebesar 9,57% yoy, laba kotor perusahaan tetap mampu tumbuh 10,69% yoy menjadi Rp 7,37 triliun.

Harita Nickel (NCKL) Cetak Laba Gede! Kuartal III Terbang 33%
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Head of Investor Relations Harita Nickel, Lukito Gozali, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen perusahaan untuk terus menumbuhkan nilai ekonomi dengan tetap memperhatikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. "Kombinasi antara kemajuan dalam penerapan standar keberlanjutan global dan kinerja finansial yang solid mencerminkan upaya konsisten perusahaan untuk menumbuhkan nilai ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan sosial dan lingkungan," ujarnya.

Sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan, Harita Nickel menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang menjalani audit penuh Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), standar global paling komprehensif dalam penilaian keberlanjutan di sektor pertambangan. Audit IRMA ini mencakup lebih dari 30.000 pekerja dan kontraktor di seluruh rantai operasional perusahaan, menjadikannya audit IRMA dengan cakupan tenaga kerja terbesar di dunia.

Selain itu, Harita Nickel juga terus berupaya mendukung transisi energi bersih dengan mempercepat pemasangan panel surya berkapasitas 40 MWp di Pulau Obi, Halmahera Selatan. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi di kawasan industri nikel. Hingga Oktober 2025, progres konstruksi telah mencapai 38%.

Dalam bidang sosial, Harita Nickel telah mengoperasikan fasilitas pengelolaan sampah terpadu (TPST) di permukiman baru Desa Kawasi yang mampu mengolah sekitar 1,8 ton sampah per hari menjadi kompos dan material daur ulang. Perusahaan juga mengembangkan zona ekonomi baru dengan lebih dari 20 kios aktif milik masyarakat lokal, membuka peluang usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi warga.

Saat ini, perusahaan melanjutkan pembangunan fasilitas RKEF ke-3 (KPS) dengan kapasitas produksi hingga 185.000 ton kandungan nikel dalam feronikel per tahun. Hingga Oktober 2025, progres fase kedua telah mencapai 91%, sementara fase ketiga mencapai 44%. Fasilitas ini akan memperkuat kontribusi Harita Nickel terhadap hilirisasi industri nikel nasional serta memperkuat daya saing perusahaan.

Dengan landasan kinerja finansial yang solid, tata kelola yang kuat, serta kepedulian terhadap sosial dan lingkungan, Harita Nickel menegaskan perannya sebagai perusahaan yang tumbuh dengan tanggung jawab dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta masa depan industri nikel Indonesia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar