Harga Minyak Terombang-ambing, Surplus Ancam Kestabilan?

Harga Minyak Terombang-ambing, Surplus Ancam Kestabilan?

Haluannews Ekonomi – Harga minyak dunia menunjukkan kenaikan tipis pada perdagangan Jumat (3/10/2025), namun dibayangi kekhawatiran akan potensi kelebihan pasokan (oversupply) yang dapat menekan harga dalam jangka menengah. Sentimen pasar terpecah antara rencana peningkatan produksi oleh OPEC+ dan kekhawatiran terhadap perlambatan permintaan global.

COLLABMEDIANET

Harga minyak mentah berjangka Brent tercatat US$64,36 per barel, naik tipis dari penutupan sebelumnya. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat ke US$60,73 per barel.

Harga Minyak Terombang-ambing, Surplus Ancam Kestabilan?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pasar merespons rencana OPEC+ yang berpotensi meningkatkan produksi minyak hingga 500.000 barel per hari (bpd) pada November 2025, sebuah langkah yang dianggap agresif untuk merebut kembali pangsa pasar global. Analis JPMorgan memperkirakan pasar minyak akan menuju surplus besar pada kuartal IV-2025 hingga tahun depan. Firma riset HFI Research juga memberikan peringatan serupa, dengan memprediksi peningkatan inventori minyak AS dan global hingga akhir tahun.

Data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan peningkatan persediaan minyak mentah, bensin, dan distilat AS, seiring dengan penurunan aktivitas kilang dan permintaan. Proyeksi permintaan minyak dunia juga direvisi turun sekitar 150.000 bpd sejak Januari hingga September 2025.

Di sisi lain, kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan dari Rusia akibat tekanan dari G7 memberikan dukungan terhadap harga. Amerika Serikat bahkan berencana membantu Ukraina dengan intelijen untuk menargetkan infrastruktur energi Rusia. Selain itu, aktivitas pembelian untuk penyimpanan (stockpiling) oleh China sebagai importir minyak terbesar dunia turut menahan penurunan harga lebih dalam. Pipa bahan bakar terbesar di AS, Colonial Pipeline, juga telah kembali beroperasi setelah mengalami gangguan teknis.

Dengan dinamika yang kompleks ini, penguatan harga minyak saat ini masih rentan. Pasar berada dalam ketidakpastian antara faktor geopolitik yang mendukung harga dan risiko oversupply yang mengancam prospek jangka menengah.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar