Harga Minyak Berfluktuasi, Nasib Pengeboran Migas RI Bagaimana?

Harga Minyak Berfluktuasi, Nasib Pengeboran Migas RI Bagaimana?

Haluannews Ekonomi – Gejolak harga minyak mentah dunia menghadirkan tantangan tersendiri bagi industri migas Indonesia, terutama sektor jasa pengeboran. Direktur Apexindo Pratama Duta, Sofwan Farisyi, mengungkapkan bahwa kenaikan biaya produksi pengeboran, seiring dengan penurunan produksi migas akibat sumur-sumur tua, menggerus keekonomian bisnis migas.

COLLABMEDIANET

Lebih lanjut, Sofwan menjelaskan bahwa lapangan migas lepas pantai (offshore) membuat biaya pengangkatan gas (lifting gas) semakin tinggi. Hal ini menyebabkan pergerakan harga minyak mentah sangat mempengaruhi profitabilitas. Namun, dengan harga minyak dunia di kisaran USD 60-65 per barel, bisnis migas dinilai masih cukup aman dan menguntungkan. APEX sendiri optimis dapat mencapai target di tahun 2025.

Harga Minyak Berfluktuasi, Nasib Pengeboran Migas RI Bagaimana?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sofwan juga menyoroti pentingnya upaya pemerintah dalam mendorong eksplorasi migas dan meningkatkan produksi. Hal ini diharapkan dapat menjadi peluang bagi industri migas untuk berekspansi di Indonesia. Selain itu, APEX juga melihat potensi jasa pengeboran migas di Nigeria, yang dinilai memiliki keekonomian yang cukup baik.

Prospek dan tantangan bisnis jasa pengeboran migas di Indonesia menjadi perhatian utama di tengah dinamika harga minyak dunia. Pemerintah dan pelaku industri perlu bersinergi untuk menjaga keberlangsungan dan pertumbuhan sektor migas nasional.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar