Hanya 2 Lot DCII Bikin IHSG Terjun Bebas

Hanya 2 Lot DCII Bikin IHSG Terjun Bebas

haluannews.id – Bursa saham Jakarta dikejutkan oleh fenomena unik pada perdagangan Kamis. Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) secara mengejutkan menjadi biang keladi di balik tekanan yang mendera Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ironisnya, pergerakan negatif ini terjadi saat aktivitas transaksi saham DCII terbilang sangat minim, bahkan antrean jual di pasar hanya berjumlah satu atau dua lot saja pada beberapa tingkatan harga.

COLLABMEDIANET

Hingga pertengahan hari, saham DCII anjlok ke level Rp 183.900, menunjukkan pelemahan sekitar 7,4% dari penutupan sebelumnya. Meskipun penawaran jual (offer) hanya terlihat segelintir lot dan antrean beli pun tak kalah tipis, penurunan harga DCII sukses mengikis sekitar 15 poin dari IHSG. Ini menjadikannya penyumbang koreksi terbesar bagi pergerakan indeks hari itu, bahkan sempat menyeret IHSG masuk ke zona merah di 30 menit awal sesi perdagangan.

Hanya 2 Lot DCII Bikin IHSG Terjun Bebas
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Keunikan ini tak lepas dari status DCII sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di bursa, mencapai Rp 438,3 triliun. Namun, di balik nilai fantastis tersebut, tersimpan struktur kepemilikan yang sangat terpusat. Emiten yang dikendalikan oleh Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia ini masuk dalam daftar kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (HSC) per 30 Juni 2026.

Data menunjukkan bahwa 99,96% dari total saham DCII, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat, dikuasai oleh segelintir pemegang saham. Kondisi ini berarti porsi saham yang beredar bebas di pasar sangatlah terbatas. Akibatnya, transaksi dalam volume yang relatif kecil sekalipun memiliki potensi besar untuk mengayunkan harga saham secara drastis, jauh berbeda dengan saham-saham yang kepemilikannya lebih tersebar luas.

Sepanjang tahun berjalan, kinerja DCII memang menunjukkan koreksi 16,41%. Namun, patut diingat bahwa saham ini pernah mencetak kenaikan fantastis hingga 665,74%, menyentuh level tertinggi Rp 359.900 dalam kurun waktu sekitar enam bulan. Sejak debutnya di Bursa Efek Indonesia pada Januari 2021 dengan harga penawaran Rp 420, DCII telah melambungkan nilai investasi para pemiliknya hingga puluhan ribu persen. Kenaikan signifikan ini bahkan berhasil mengantarkan Toto Sugiri dan Marina Budiman masuk dalam jajaran 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar