Haluannews Ekonomi –

Haluannews Ekonomi -

Atap Baru, Ekonomi Baru? BTN Bidik Peluang Gentengisasi Prabowo

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menyatakan kesiapannya untuk menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program "gentengisasi" yang dicanangkan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Bank pelat merah ini akan berperan strategis sebagai penyalur utama subsidi pemerintah untuk renovasi rumah rakyat, khususnya yang berfokus pada perbaikan atap dan sanitasi.

COLLABMEDIANET
Haluannews Ekonomi -
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Manajemen Risiko BTN, Setiyo Wibowo, menjelaskan bahwa inisiatif gentengisasi ini terintegrasi dalam skema renovasi rumah bersubsidi. "Jadi alokasi renovasi rumah dari budget pemerintah nanti ada subsidi untuk itu, dan kita tentunya menjadi bank penyaluran untuk subsidi pemerintah khusus untuk renovasi rumah, bisa digunakan untuk perbaikan genteng, perbaikan sanitasi, dan lain-lain," ujar Setiyo saat media briefing di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi Utara. Pernyataan ini menegaskan komitmen BTN dalam mendukung program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Gagasan gentengisasi ini muncul dari observasi Presiden terpilih Prabowo Subianto terhadap kondisi hunian, khususnya di pedesaan, yang masih banyak menggunakan atap seng berkarat. Beliau berambisi agar seluruh rumah di Indonesia beralih menggunakan atap genteng yang lebih estetik, tahan lama, dan meningkatkan kualitas hidup penghuninya.

Lebih jauh, Setiyo mengungkapkan bahwa BTN tidak menutup kemungkinan untuk memperluas cakupan pembiayaan. Bank ini siap mendukung kontraktor, produsen, bahkan startup yang berinovasi dalam pengembangan material genteng ramah lingkungan. Namun, ia mengakui bahwa pengembangan material spesifik semacam ini memerlukan riset dan pengembangan (R&D) yang intensif serta uji coba yang cermat sebelum dapat diproduksi massal. Hal ini membuka potensi diversifikasi portofolio pembiayaan BTN ke sektor industri material bangunan.

Program gentengisasi ini merupakan bagian integral dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti dimensi ekonomi dari proyek ini, khususnya dalam upaya menggaet wisatawan asing. Menurut Airlangga, citra negatif seperti tumpukan sampah dan atap seng berkarat di rumah-rumah warga dapat menjadi penghalang utama bagi kedatangan turis internasional. "Turis tidak akan datang kalau sampahnya numpuk dan atapnya semua atap seng yang berkarat," tegas Airlangga usai Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, seperti dikutip Haluannews.id.

Terkait aspek pendanaan, Airlangga memastikan bahwa alokasi anggaran untuk program ini akan diintegrasikan ke dalam APBN, dengan besaran yang telah diperhitungkan secara matang, meskipun detailnya belum diungkapkan ke publik. Tak hanya berfokus pada penggantian atap, Presiden Prabowo juga mempertimbangkan inisiatif pembangunan pabrik genteng. Beliau menilai biaya pembangunan dan produksi pabrik genteng relatif efisien, membuka potensi industri baru serta menciptakan lapangan kerja.

Program gentengisasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki estetika dan kualitas hunian, tetapi juga memberikan dorongan signifikan bagi sektor ekonomi lokal, mulai dari industri material hingga jasa konstruksi, sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia di mata dunia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar