Haluannews Ekonomi – Jogja Financial Festival (Finfest) 2026 hari kedua di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta menjadi panggung bagi sejumlah pejabat tinggi dan pakar ekonomi untuk membeberkan kondisi terkini pasar modal, keuangan negara, dan strategi pembangunan infrastruktur. Sorotan utama tertuju pada lonjakan jumlah investor pasar modal Indonesia yang signifikan, didorong oleh minat generasi muda dan kondisi pandemi COVID-19.

Related Post
PJS Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengungkapkan data mengejutkan dalam sesi Business Talks pada Jumat (22/5/2026) di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta. "Kalau dibandingkan tahun 2020 dengan saat ini, angka 10 juta itu sudah jadi 27,4 juta. Dalam lima tahun ada tambahan lebih dari 17 juta investor atau naik lebih dari dua kali lipat," ujar Jeffrey, seperti dilansir Haluannews.id. Ia menambahkan bahwa lonjakan partisipasi ini mulai terlihat sejak pandemi, ketika masyarakat mulai aktif mencari alternatif investasi di pasar modal.

Tak hanya pasar modal, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga menjadi topik hangat. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Suminto, memaparkan bahwa APBN adalah instrumen krusial untuk pembangunan. "Kita ingin semua mesin pertumbuhan itu bekerja dengan baik, untuk menopang pembangunan," kata Suminto, menjelaskan kaitan APBN yang berada di posisi defisit dengan penerbitan surat utang negara sebagai salah satu upaya pembiayaan pembangunan.
Dari sektor infrastruktur, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, Reynaldi Hermansjah, membagikan "rahasia" perusahaannya dalam menjaga rasio Non Performing Loan (NPL) di angka sangat rendah, yakni 0,4%. Rahasia tersebut, menurut Reynaldi, terletak pada tiga aspek fundamental. Pertama, pemilihan jenis infrastruktur atau proyek yang akan dibiayai harus dilakukan dengan sangat cermat. Kedua, kemampuan PT SMI dalam memitigasi potensi risiko yang mungkin terjadi. Dan ketiga, melakukan monitoring ketat dan berkelanjutan atas pembiayaan infrastruktur tersebut. Pemaparan strategis ini disampaikan dalam rangkaian acara Jogja Financial Festival di JEC, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Diskusi di Finfest 2026 ini memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika ekonomi Indonesia, mulai dari partisipasi publik di pasar modal yang melonjak, strategi makro fiskal pemerintah, hingga pendekatan inovatif dalam pembiayaan infrastruktur yang berkelanjutan.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar