Geger BEI! Purbaya Mendadak Stop Pidato, ‘Pendalaman Pasar Cuma Gali Lubang?’

Haluannews Ekonomi – Jakarta, Haluannews.id – Suasana peluncuran Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (27/4/2026) mendadak hening saat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara mengejutkan menghentikan pidato kuncinya. Ia terang-terangan menyatakan naskah yang disiapkan terlalu membosankan, memicu perhatian dari para hadirin dan menjadi sorotan utama dalam agenda penting pasar modal tersebut.

COLLABMEDIANET

Acara yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Dewan Komisioner OJK dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Purbaya, yang bertindak sebagai salah satu pembicara utama, awalnya mengikuti alur pidato yang telah disiapkan oleh timnya. Namun, di tengah pembahasan mengenai urgensi pendalaman pasar keuangan nasional, Purbaya tiba-tiba menyela dengan nada yang lugas.

Geger BEI! Purbaya Mendadak Stop Pidato, 'Pendalaman Pasar Cuma Gali Lubang?'
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Pendalaman pasar keuangan nasional menjadi syarat mutlak dan tidak bisa ditawar. Bosen ya? Bebas aja lah sekarang kita," ujarnya, memecah kekakuan suasana dan mengundang senyum dari para peserta. Pernyataan spontan ini muncul setelah ia mengamati kemungkinan kejenuhan audiens yang sebelumnya telah disuguhi berbagai materi dan panel diskusi tentang pasar keuangan. Purbaya, yang menjadi pembicara setelah Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, tampaknya merasa perlu menyegarkan suasana.

Bukan kali pertama Purbaya melakukan improvisasi semacam ini di forum publik. Setelah melepaskan diri dari teks, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap istilah "pendalaman pasar saham" yang menurutnya sudah ia dengar sejak dua dekade lalu namun tak kunjung terealisasi secara signifikan.

"Saya sudah dengar istilah pendalaman pasar modal sejak tahun 2000, sampai sekarang tidak dalam-dalam. Mungkin kita pakai cangkul yang salah, gali enggak dalam-dalam tuh," sindirnya, merujuk pada stagnasi yang menyebabkan pasar saham kerap bergejolak di tengah tekanan ekonomi global. Kritiknya ini menyoroti efektivitas program-program sebelumnya dan harapan terhadap inisiatif baru seperti Program PINTAR.

Menanggapi kondisi tersebut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis tengah dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia agar mampu tumbuh lebih cepat dan stabil. "Kita sedang mendesain pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan lebih cepat lagi, dan kami tidak main-main dalam hal itu," tegas Purbaya, menunjukkan komitmen serius pemerintah.

Ia menambahkan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi rata-rata 8% hingga akhir periode kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada 2029, pemerintah akan mengakselerasi agenda pembangunan secara masif. Ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi pasar modal.

"Jadi kalau sebelumnya pertumbuhan ekonominya 5%, 5,5% lebih sedikit, ke depan kita akan tumbuh lebih cepat lagi. Pertumbuhan kemarin kita tumbuh berapa? 5,39%. Pertumbuhan pertama mungkin akan tumbuh 5,5% ke atas," pungkasnya, menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional yang lebih dinamis dan resilien.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar