3 Kunci Danantara Ubah Ekonomi RI: Siap-siap Lonjakan Investasi!

Haluannews Ekonomi – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah menggariskan tiga pilar krusial sebagai tolok ukur utama dalam mendorong program industrialisasi dan hilirisasi di Indonesia. Ketiga kriteria investasi ini meliputi dorongan permintaan pasar, pertimbangan strategis, dan potensi peningkatan nilai tambah dari sumber daya alam.

COLLABMEDIANET

Ardy Mauwin, Managing Director Bidang Industrialisasi Danantara, menjelaskan bahwa salah satu kriteria yang berfokus pada sumber daya adalah program hilirisasi yang bertujuan untuk mendongkrak nilai tambah komoditas. "Apabila selama ini kita hanya menjual komoditas mentah dengan nilai tambah yang rendah, itu mencerminkan ekonomi berbasis sumber daya alam. Contoh nyata keberhasilan kita dalam menciptakan nilai kompetitif adalah pada sektor nikel dan minyak kelapa sawit (CPO)," terang Ardy saat acara kick-off PINISI di kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026).

3 Kunci Danantara Ubah Ekonomi RI: Siap-siap Lonjakan Investasi!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Selanjutnya, investasi yang didorong oleh permintaan pasar. Ardy menguraikan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mensubstitusi produk-produk impor. Danantara mengidentifikasi adanya permintaan domestik yang signifikan, namun sayangnya sebagian besar masih dipenuhi oleh barang impor. "Target kami adalah jika ada permintaan yang saat ini dilayani oleh impor, dan kita bisa melakukan investasi tertentu untuk menggantinya, maka Produk Domestik Bruto (PDB) akan meningkat karena kita berhasil mengurangi impor," imbuhnya.

Kriteria terakhir adalah investasi yang bersifat strategis, yang biasanya muncul sebagai respons terhadap kondisi-kondisi tidak normal atau mendesak. "Ini seringkali didorong oleh gejolak politik atau kebutuhan strategis, misalnya terkait dengan industri pertahanan atau industri otomotif. Hal-hal yang akan menjadikan kita bangsa yang besar di masa depan," kata Ardy.

Ardy menegaskan bahwa industrialisasi dan hilirisasi merupakan jalan bagi Indonesia untuk bertransformasi dari negara yang sangat bergantung pada sumber daya alam menjadi negara industri yang didorong oleh kapabilitas dan pemanfaatan teknologi. "Seperti yang disampaikan Pak Wamen, jika pemerintah adalah kapal, maka ini adalah bintang utara kita, arah yang ingin kita tuju. Kita ingin beralih dari kuadran negara kaya sumber daya alam menuju negara yang lebih didorong oleh kapabilitas dan teknologi," jelas Ardy dalam kesempatan yang sama, sebagaimana dilansir Haluannews.id.

Cita-cita besar ini, menurut Ardy, sebenarnya sudah dirintis sejak empat hingga lima dekade silam, pada era Presiden Soeharto dan BJ Habibie. "Sayangnya, upaya tersebut terhenti akibat krisis moneter yang melanda pada tahun 1998," pungkasnya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar