Gebrakan OJK: Pasar Modal RI Disulap Jadi Mesin Cuan Berkelanjutan!

Gebrakan OJK: Pasar Modal RI Disulap Jadi Mesin Cuan Berkelanjutan!

Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini meluncurkan dua peta jalan strategis yang ambisius, menandai era baru bagi pasar modal Indonesia. Inisiatif ini dirancang untuk memperdalam pasar keuangan, meningkatkan perlindungan investor, serta mendorong investasi berkelanjutan guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

COLLABMEDIANET

Dua roadmap yang dimaksud adalah "Roadmap Pengembangan Pasar Derivatif Berlandaskan Instrumen Pasar Modal 2026-2030" dan "Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan Indonesia 2026-2030". Menurut Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah, penerbitan roadmap ini adalah wujud komitmen OJK dalam membangun sektor jasa keuangan yang inklusif, efisien, dan berdaya saing. "Langkah ini juga sejalan dengan target pembangunan nasional, termasuk pencapaian net zero emission Indonesia pada 2060 atau lebih cepat, serta amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK)," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Haluannews.id pada Selasa (14/4/2026).

Gebrakan OJK: Pasar Modal RI Disulap Jadi Mesin Cuan Berkelanjutan!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam upaya penguatan pasar derivatif, OJK bertekad menciptakan pasar yang likuid, efisien, kredibel, dan berintegritas. Pasar ini diharapkan menjadi instrumen vital dalam manajemen risiko dan pendalaman pasar keuangan. Roadmap derivatif ini bertumpu pada empat pilar utama: pertama, penguatan perlindungan investor melalui kerangka klasifikasi terintegrasi, harmonisasi standar KYC, pembatasan leverage, dan pengembangan dana perlindungan; kedua, harmonisasi dan pengawasan intermediari dengan penyelarasan perizinan, standar tata kelola, dan persyaratan permodalan; ketiga, pengembangan pasar dengan memperluas variasi produk derivatif baru dan peningkatan partisipasi investor institusi; serta keempat, efisiensi infrastruktur bursa dan lembaga kliring agar lebih efisien dan diakui secara internasional. Seluruh pilar ini akan didukung oleh koordinasi lintas pemangku kepentingan, penguatan regulasi, serta edukasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, "Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan Indonesia 2026-2030" menegaskan peran pasar modal sebagai motor penggerak pendanaan dan investasi berbasis prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG). Roadmap ini juga memiliki empat pilar: pertama, memperkuat fondasi pasar modal berkelanjutan melalui perumusan dasar kebijakan dan regulasi yang komprehensif; kedua, menumbuhkan aktivitas pasar dengan percepatan pertumbuhan dan diversifikasi produk serta aktivitas pasar modal berkelanjutan; ketiga, mendorong partisipasi pelaku pasar melalui penyediaan perangkat pendukung dan insentif yang tepat; dan keempat, memperkuat kolaborasi domestik dan internasional guna mendukung pengembangan pasar modal berkelanjutan di Indonesia secara berkesinambungan.

Pasar modal Indonesia telah menunjukkan geliat positif dalam produk berkelanjutan. Per Desember 2025, total akumulasi penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan telah mencapai Rp 74,14 triliun (setara US$ 4,43 miliar), didominasi tema lingkungan (green) sebesar 42,72%, diikuti sosial (28,82%), keberlanjutan (26,44%), dan terkait keberlanjutan (2,02%). OJK memproyeksikan penerbitan ini akan tumbuh rata-rata 55,11% per tahun. Selain itu, produk investasi dalam bentuk reksa dana berbasis ESG juga mencatat Assets Under Management (AUM) sebesar Rp 9,98 triliun (setara US$ 596,96 juta) pada periode yang sama, didominasi reksa dana indeks sebesar 52,88%. Produk reksa dana berbasis ESG melalui roadmap ini diproyeksikan dapat tumbuh rata-rata 14,36% per tahun.

Melalui implementasi kedua roadmap ini, OJK berharap tercipta sinergi yang kuat antara pengembangan instrumen keuangan, peningkatan perlindungan investor, serta penguatan pendanaan dan investasi berkelanjutan, demi kemajuan ekonomi Indonesia yang lebih stabil dan hijau.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar