haluannews.id – Indonesia, sebagai salah satu raksasa pertambangan global dengan skala operasi yang masif, kini tengah gencar mendorong hilirisasi nikel. Langkah strategis ini digadang-gadang menjadi kunci utama dalam mendukung transisi energi dunia. Menurut Emma Gagen, Direktur Data dan Riset International Council on Mining and Metals (ICMM), komitmen pemerintah Indonesia untuk terus memacu nilai tambah nikel patut diacungi jempol.

Related Post
Namun, perjalanan menuju dominasi nikel global tidaklah mulus. Berbagai tantangan membayangi, mulai dari isu perubahan iklim, dampak sosial terhadap masyarakat lokal, hingga kompleksitas pengelolaan dan penyimpanan limbah pertambangan. Kondisi ini menuntut perhatian serius agar visi besar hilirisasi nikel tidak justru menimbulkan masalah baru bagi lingkungan dan kesejahteraan komunitas sekitar.

Oleh karena itu, penguatan tata kelola pertambangan menjadi sebuah keniscayaan, terutama dalam manajemen limbah yang berkelanjutan. Penerapan standar industri global seperti Global Industry Standard on Tailings Management (GIMSTM) mutlak diperlukan. Tujuannya jelas, untuk memastikan operasi pertambangan nikel tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga aman bagi masyarakat dan tidak merusak ekosistem. Urgensi penguatan tata kelola ini dibahas tuntas dalam dialog Mercy Widjaja bersama Emma Gagen di program Closing Bell, haluannews.id, pada Jumat (12/06/2026).










Tinggalkan komentar