haluannews.id – Pasar keuangan Indonesia kembali diwarnai ketidakpastian pada perdagangan Kamis 11 Juni. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menunjukkan performa menjanjikan di awal sesi, kini harus mengakhiri perdagangan sesi pertama dengan koreksi tajam. Tak hanya itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga tak luput dari tekanan, kembali terperosok ke zona pelemahan.

Related Post
Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat menyentuh level 5.900-an, memberikan harapan positif bagi investor. Namun, optimisme tersebut sirna menjelang penutupan sesi I, di mana indeks acuan ini justru bergerak ke level 5.789, menandai penurunan signifikan.

Senada dengan IHSG, mata uang Garuda juga mengalami tekanan. Rupiah kembali masuk ke zona koreksi, diperdagangkan di angka Rp 17.974 per dolar AS. Kondisi ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi pasar domestik.
Di tengah gejolak yang melanda pasar saham dan mata uang, komoditas batu bara justru bersinar terang. Harga si hitam emas ini kembali melonjak, menembus level tertinggi sejak September 2023, mencapai 150 dolar AS per ton. Sementara itu, harga emas terpantau stabil, bertahan di kisaran 4.000 dolar AS per ons, menawarkan sedikit ketenangan di tengah volatilitas.
Ulasan lengkap mengenai dinamika pasar ini disampaikan oleh Serliana Salsabila dalam program Profit di haluannews.id.










Tinggalkan komentar