Haluannews Ekonomi – Jakarta, 24 April 2026 – Pasar modal Indonesia menghadapi tekanan berat pada sesi perdagangan Jumat ini, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles lebih dari 3% dan nilai tukar Rupiah terkapar di level yang mengkhawatirkan. Pada penutupan sesi I, IHSG terpantau merosot tajam ke posisi 7.152, sebuah koreksi signifikan yang memicu kekhawatiran di kalangan investor. Di saat yang sama, mata uang Garuda tak berdaya di hadapan Dolar AS, menembus angka Rp 17.285 per Dolar AS.

Related Post
Anjloknya IHSG hingga lebih dari tiga persen ini sontak memicu kekhawatiran di kalangan investor, menandakan sentimen negatif yang kuat tengah menyelimuti bursa saham domestik. Penurunan ini berpotensi mengikis kapitalisasi pasar secara signifikan dan memicu aksi jual panik. Tak hanya pasar ekuitas, pasar valuta asing juga menunjukkan gejala serupa. Pelemahan Rupiah hingga menyentuh Rp 17.285 per Dolar AS mengindikasikan tekanan jual yang masif terhadap aset-aset berdenominasi Rupiah, serta potensi dampak inflasi dan biaya impor yang lebih tinggi. Situasi ini tentu menjadi sorotan utama para pelaku pasar yang tengah mencari sinyal stabilitas di tengah gejolak global maupun domestik.

Guna mengurai kompleksitas pergerakan pasar modal RI yang bergejolak ini, tim redaksi Haluannews.id telah menghadirkan ulasan mendalam. Selengkapnya, simak analisis komprehensif dari Andi Shalini dan Crysania Hartanto bersama Equity Analyst Haluannews.id, Elvan Chandra Widyatama, dalam program Power Lunch Haluannews.id yang tayang pada Jumat (24/04/2026). Diskusi tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif berharga mengenai faktor-faktor pemicu pelemahan ini serta proyeksi pasar ke depan di tengah ketidakpastian yang membayangi.
Editor: Rohman




Tinggalkan komentar