Haluannews Ekonomi – Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Amerika Serikat. Tujuannya? Tak lain untuk membahas rencana pembelian armada pesawat Boeing. Hal ini diungkapkan Direktur Niaga Garuda, Reza Aulia Hakim, dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin (22/9).

Related Post
Reza menjelaskan, pembelian pesawat Boeing ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Garuda untuk meningkatkan kapasitas dan menangkap peluang pasar yang terus bertumbuh. Targetnya, tujuh pesawat tambahan hingga akhir 2025. Negosiasi difokuskan untuk mendapatkan harga kompetitif dan kepastian jumlah pesawat. "Pertemuan ini bertujuan memastikan pembelian pesawat memberikan keuntungan optimal secara strategis, operasional, dan finansial," tegas Reza.

Sebelumnya, rencana pembelian 50 unit Boeing, sebagian besar model 777, sempat terhambat. Hal ini dikonfirmasi VP Corporate Secretary Garuda, Cahyadi Indrananto. Haluannews.id sebelumnya memberitakan bahwa Boeing meminta pembayaran uang muka (DP) sebagai syarat penandatanganan MoU. Namun, Cahyadi menjelaskan, saat ini negosiasi DP telah mencapai kesepahaman, dan fokus pembahasan beralih pada spesifikasi pesawat, jadwal pengiriman, dan lain sebagainya.
Kabar baiknya, Garuda Indonesia telah mendapatkan suntikan dana segar sebesar US$ 405 juta (Rp 6,65 triliun) dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk mendukung transformasi bisnis. Dana tersebut sebagian akan digunakan untuk perawatan pesawat (MRO), sebagai bagian dari total pendanaan sekitar US$ 1 miliar (Rp 16 triliun). Wamildan Tsani berharap suntikan dana ini akan memperkuat kinerja dan daya saing Garuda Indonesia, terutama di tengah proyeksi pertumbuhan trafik udara di Asia Pasifik yang mencapai 8% per tahun selama empat tahun ke depan. Garuda sendiri memproyeksikan akan mengoperasikan sekitar 120 pesawat dalam lima tahun mendatang.
Dengan rencana ekspansi armada dan dukungan pendanaan yang kuat, Garuda Indonesia optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai maskapai penerbangan nasional yang kompetitif di pasar domestik dan internasional.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar