haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa mengejutkan pada perdagangan sesi I Jumat 14 Agustus 2026. Di tengah berlangsungnya pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen, Jakarta, IHSG berhasil melaju di zona hijau, membalikkan tren sebelumnya. Namun, di balik penguatan indeks, tersimpan fenomena menarik: investor asing justru ramai-ramai melepas kepemilikan saham mereka.

Related Post
Pada penutupan sesi pertama, IHSG tercatat menguat 3542 poin atau 056 persen, mencapai level 633719. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penutupan hari sebelumnya di 630177. Pergerakan indeks sepanjang sesi pagi cukup dinamis, sempat menyentuh titik terendah 626741 sebelum akhirnya bangkit dan mencapai puncak harian di 634311.

Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan, aktivitas perdagangan di sesi I melibatkan 305 saham yang berhasil menguat, sementara 315 saham melemah, dan 343 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp648 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 1704 miliar saham yang berpindah tangan dalam 103 juta kali transaksi. Penguatan IHSG sebagian besar ditopang oleh tujuh dari 11 sektor yang ada, dengan sektor barang baku memimpin kenaikan signifikan sebesar 135 persen. Ironisnya, sektor keuangan justru mengalami tekanan, melemah 021 persen.
Meskipun pasar domestik menunjukkan optimisme, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell yang cukup besar, mencapai Rp37763 miliar di seluruh pasar. Total transaksi investor global pada sesi ini mencapai Rp384 triliun, terdiri dari pembelian sebesar Rp173 triliun dan penjualan senilai Rp211 triliun.
Beberapa saham menjadi sasaran utama penjualan investor asing. PT Chandra Asri Pacific Tbk TPIA memimpin daftar ini dengan nilai penjualan mencapai Rp21313 miliar, jauh melampaui saham lainnya. Disusul oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk DSSA yang dilepas senilai Rp6761 miliar, serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk CUAN dengan penjualan Rp5557 miliar. Saham-saham lain yang juga banyak dilepas asing termasuk PT Indosat Tbk ISAT sebesar Rp4817 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk BREN Rp3810 miliar (yang juga menjadi salah satu penekan utama IHSG), PT Bank Mandiri Persero Tbk BMRI Rp3478 miliar, PT Petrosea Tbk PTRO Rp2612 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN Rp2086 miliar, dan PT Astra International Tbk ASII Rp1996 miliar.
Namun, di tengah gelombang penjualan tersebut, beberapa saham justru menjadi magnet bagi investor global. PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI menjadi primadona pembelian asing dengan nilai bersih mencapai Rp4365 miliar. PT Aneka Tambang Tbk ANTM juga tak kalah menarik, diborong senilai Rp3313 miliar. Selain itu, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk VKTR turut menjadi incaran dengan pembelian Rp2405 miliar, bahkan saham ini menjadi kontributor terbesar penguatan IHSG hari ini. Daftar saham favorit asing juga mencakup PT Adaro Andalan Indonesia Tbk AADI Rp1325 miliar dan PT Bumi Resources Tbk BUMI Rp1304 miliar.
Pergerakan kontradiktif antara penguatan indeks dan aksi jual bersih asing ini memberikan gambaran dinamika pasar yang kompleks, di mana sentimen domestik dan strategi investor global berjalan di jalur yang berbeda.










Tinggalkan komentar