haluannews.id – PT Hotel Fitra International Tbk (FITT), sebuah emiten yang sebelumnya dikenal di sektor perhotelan, kini resmi mengumumkan langkah strategis besar. Perusahaan tersebut telah mengantongi persetujuan bulat dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mengakuisisi PT Venturi Tambang Perkasa (VTP), sebuah entitas yang beroperasi di bidang penunjang pertambangan dan penggalian.

Related Post
Manajemen FITT menyimpan keyakinan kuat bahwa pasca-akuisisi ini, kinerja keuangan perusahaan akan mengalami pembalikan positif yang signifikan. Akuisisi VTP bukan sekadar transaksi biasa, melainkan sebuah transformasi fundamental yang akan mengubah struktur bisnis Perseroan. Dari semula perusahaan berbasis perhotelan, FITT akan beralih menjadi perusahaan induk investasi (investment holding) yang fokus pada sektor jasa pertambangan.

"Kami berharap melalui akuisisi ini terjadi pembalikan struktural dari hotel yang merugi menuju bisnis jasa tambang yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan," jelas Direktur FITT Ou Yang. Ia menambahkan, VTP mengadopsi model bisnis antarperusahaan (B2B) yang berlandaskan volume produksi (WMT) dengan kontrak berdurasi menengah hingga panjang. Operasional pertambangan VTP berlokasi strategis di Luwuk, Sulawesi Selatan.
Untuk memuluskan transaksi akuisisi ini, FITT melakukan divestasi dua anak usahanya. Perseroan melepas 99,99% kepemilikan di BMP kepada PT Berkarya Bersama Servindo (BBS) senilai Rp 21,9 miliar, serta 99,96% saham FAW kepada PT Pratama Global Sevindo (PGS) dengan nilai Rp 46,9 miliar. Total dana yang berhasil dihimpun dari divestasi ini mencapai Rp 67,9 miliar.
Dana tersebut sebagian besar dialokasikan untuk mengakuisisi 50% saham VTP dari PT Sheng Yue Hengli senilai Rp 46,5 miliar. Sisa dana yang ada akan digunakan untuk restrukturisasi utang Perseroan, memperkuat fondasi keuangan FITT ke depan.
Ke depannya, FITT akan beroperasi sebagai perusahaan induk investasi dengan fokus utama pada sektor pertambangan. Strategi ini akan diimplementasikan melalui tiga fase krusial:
- Tahap Pertama (1-2 tahun): Proses integrasi dan strukturisasi bisnis secara menyeluruh.
- Tahap Kedua (3-5 tahun): Melakukan ekspansi dan diversifikasi, termasuk mengevaluasi peluang untuk meningkatkan kepemilikan saham FITT di VTP di atas 50% jika sesuai dengan strategi investasi Perseroan.
- Tahap Ketiga (di atas 5 tahun): Konsolidasi ekosistem bisnis usaha pertambangan Perseroan secara keseluruhan.
"Melalui strategi ini, FITT menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan terbuka yang adaptif terhadap transformasi industri dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang serta peningkatan nilai bagi pemegang saham," pungkasnya.










Tinggalkan komentar