Elon Musk Terima ‘Gaji’ Fantastis, Tesla Siap Guncang Pasar?

Elon Musk Terima 'Gaji' Fantastis, Tesla Siap Guncang Pasar?

Haluannews Ekonomi – Pabrikan mobil listrik Tesla kembali membuat gebrakan dengan memberikan penghargaan saham spektakuler kepada CEO-nya, Elon Musk. Nilai saham yang digelontorkan mencapai US$23,7 miliar atau setara dengan Rp391,05 triliun (kurs Rp16.500/US$). Langkah ini menjadi sorotan utama di kalangan investor dan pengamat industri otomotif.

COLLABMEDIANET

Dewan direksi Tesla menyetujui pemberian saham ini sebagai bentuk apresiasi dan insentif agar Musk tetap memimpin perusahaan. Penghargaan ini dapat diklaim dalam dua tahun mendatang, kecuali jika pengadilan membatalkan hibah opsi saham sebelumnya yang lebih besar. Sejak opsi senilai US$50 miliar miliknya dibatalkan pengadilan pada 2024, Musk memang belum menerima paket gaji.

Elon Musk Terima 'Gaji' Fantastis, Tesla Siap Guncang Pasar?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tesla menegaskan bahwa pemberian 96 juta lembar saham ini merupakan "pembayaran dengan itikad baik" untuk mempertahankan keterlibatan Musk sebagai CEO atau eksekutif yang memimpin pengembangan produk dan operasional. Langkah ini dianggap krusial mengingat kekhawatiran investor terkait alokasi waktu Musk untuk berbagai proyek lain.

Di tengah lesunya bisnis Tesla akibat penurunan penjualan, Musk juga disibukkan dengan peluncuran layanan robotaxi Tesla, penggalangan dana miliaran dolar untuk xAI, dan keberhasilan SpaceX dalam mengirim astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Musk sendiri menyatakan bahwa kendali yang lebih besar atas perusahaan menjadi syarat baginya untuk tetap memimpin Tesla selama lima tahun ke depan.

Paket gaji terbaru senilai Rp391,05 triliun ini dihitung berdasarkan harga penutupan saham Tesla pada Jumat (1/8/2025). Meskipun saham tersebut bernilai sekitar Rp480,15 triliun, Musk tetap harus membayar Rp102,33 triliun saat vesting. Tesla juga mengurangi valuasi sekitar Rp49,5 triliun untuk mencerminkan batasan pada penghargaan tersebut, termasuk periode vesting dua tahun.

Penghargaan saham ini tidak akan berlaku jika Tesla memenangkan kasus di Mahkamah Agung Delaware dan Musk dapat menggunakan opsi senilai Rp825 triliun yang diterimanya pada tahun 2018. Saat ini, perusahaan sedang mengajukan banding atas keputusan Pengadilan Kanselir yang membatalkan paket gaji tersebut.

Setelah berita ini beredar, saham Tesla menunjukkan peningkatan. Valuasi pasar perusahaan saat ini mencapai sekitar Rp16.055 triliun. Per 31 Desember, Musk memiliki sekitar 20% saham perusahaan.

Robyn Denholm dan Kathleen Wilson-Thompson, anggota dewan Tesla, menyatakan keyakinan bahwa penghargaan ini akan mendorong Musk untuk tetap fokus pada Tesla. Mereka juga mengisyaratkan perkembangan lebih lanjut terkait gaji Musk dalam surat kepada para pemegang saham.

Para direktur mengakui bahwa waktu Musk terbagi antara beberapa perusahaan dan Tesla perlu memberinya insentif agar tetap fokus pada produsen kendaraan listrik tersebut. Mereka menekankan bahwa kehilangan Musk bukan hanya berarti hilangnya bakat, tetapi juga hilangnya pemimpin yang menjadi magnet untuk merekrut dan mempertahankan talenta di Tesla.

Surat tersebut juga menyoroti keuntungan kapitalisasi pasar perusahaan setelah paket gaji Musk tahun 2018, yang menghasilkan peningkatan kapitalisasi pasar sebesar Rp12.127,5 triliun.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar