Ekonomi RI Melesat Bankir Singapura Bongkar Rahasia

Ekonomi RI Melesat Bankir Singapura Bongkar Rahasia

haluannews.id – Seorang bankir terkemuka dari Singapura, Lim Chu Chong, Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, melontarkan pandangan optimistis mengenai masa depan ekonomi Indonesia. Di tengah gejolak global yang tak menentu, Lim meyakini prospek pertumbuhan Indonesia tetap sangat menjanjikan. Menurutnya, Indonesia berdiri kokoh sebagai salah satu episentrum peluang pertumbuhan terbesar di Asia, didorong oleh gelombang masif kebutuhan energi dan akselerasi pembangunan infrastruktur yang akan berlangsung selama beberapa dekade mendatang.

COLLABMEDIANET

Gejolak geopolitik, fluktuasi harga komoditas yang tak terduga, hingga urgensi transisi energi, semua menuntut korporasi untuk merombak total paradigma pengelolaan rantai pasok mereka. Lim menjelaskan, jika dulu efisiensi dan penghematan biaya menjadi mantra utama, kini ketahanan rantai pasok telah menjelma menjadi pilar strategis yang menentukan daya saing dan kelangsungan bisnis.

Ekonomi RI Melesat Bankir Singapura Bongkar Rahasia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Saat ini, Indonesia mewakili salah satu peluang pertumbuhan terbesar di kawasan ini," ujar Lim dalam sebuah diskusi ekonomi yang diselenggarakan pada Kamis (23/7/2026).

Ia memaparkan, proyeksi menunjukkan kebutuhan listrik nasional akan meroket hingga enam kali lipat, dari sekitar 300 terawatt jam saat ini menjadi lebih dari 1.800 terawatt jam pada tahun 2060. Kenaikan drastis ini seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi energi masyarakat yang terus bertumbuh.

Namun, di balik peluang emas ini, tersembunyi tantangan yang tidak ringan. Ironisnya, saat ini lebih dari 80% pasokan energi Indonesia masih bertumpu pada bahan bakar fosil. Ini berarti, transisi menuju energi bersih membutuhkan suntikan investasi fantastis. Lim memperkirakan, untuk memenuhi kebutuhan energi di masa depan, Indonesia membutuhkan suntikan investasi sekitar US$169 miliar di sektor ketenagalistrikan. Angka ini mencakup pembangunan 47.700 kilometer jaringan transmisi baru dan 10 gigawatt kapasitas penyimpanan energi.

"Pertanyaannya bukan soal peluang. Permintaan sudah ada. Tantangan sebenarnya adalah memobilisasi modal, membangun proyek yang layak dibiayai bank, dan mengamankan pasokan energi yang andal dalam skala besar," tegas Lim.

Ia menilai, Indonesia telah dibekali dengan kekayaan sumber daya alam melimpah serta ambisi pembangunan yang membara. Tantangan berikutnya adalah memastikan ketersediaan pembiayaan dan pasokan energi yang dapat diandalkan agar potensi tersebut benar-benar menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Lim juga menyoroti kompleksitas tantangan yang membelit sektor energi, sumber daya alam, dan infrastruktur. Dari konflik geopolitik, sanksi ekonomi, gejolak harga komoditas dan nilai tukar, hingga kebijakan transisi energi, semua menuntut perusahaan meninggalkan pendekatan bisnis usang. Menurutnya, keputusan terkait rantai pasok kini tidak hanya memengaruhi operasional, tetapi juga berdampak terhadap alokasi modal, ketahanan bisnis, hingga nilai perusahaan di mata investor.

"Biaya untuk memasok bukan lagi tantangan operasional. Sekarang ini, ini adalah tantangan strategis, dan ketahanan sangatlah penting," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman DBS mendampingi berbagai perusahaan energi dan infrastruktur di Asia, Lim melihat perusahaan yang mampu tampil prima di tengah badai bukanlah semata yang berbiaya paling rendah. Mereka adalah entitas yang piawai menciptakan kepastian operasional, memperkokoh ketahanan energi, dan senantiasa siap berinvestasi, bahkan di tengah ketidakpastian pasar yang bergejolak.

Lim menambahkan, di tengah ketidakpastian global saat ini, perusahaan tidak bisa lagi menunggu situasi menjadi pasti sebelum mengambil keputusan investasi. "Saat ini tidak ada yang seperti itu di dunia. Yang ada saat ini adalah perusahaan-perusahaan yang membangun kepastian, ketahanan, dan kesiapan investasi," katanya.

Menurutnya, membangun ketahanan tidak hanya membutuhkan dukungan pembiayaan, tetapi juga wawasan pasar yang tajam, strategi bisnis yang tepat, serta kemampuan mengeksekusi proyek secara konsisten. Oleh karena itu, DBS bertekad melampaui peran sebagai sekadar penyedia pembiayaan, menjelma menjadi mitra strategis bagi para pelaku usaha dalam menghadapi volatilitas pasar dan menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar