Ekonomi Loyo? Bankir Kasih Jurus Jitu Pacu Pertumbuhan!

Ekonomi Loyo? Bankir Kasih Jurus Jitu Pacu Pertumbuhan!

Haluannews Ekonomi – Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memberikan sejumlah rekomendasi penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di sisa tahun 2025. Fokus utama adalah memulihkan kepercayaan pasar, terutama dari kalangan menengah atas yang daya belinya sedang lesu.

COLLABMEDIANET

Perbanas menekankan pentingnya konsistensi dan kredibilitas kebijakan ekonomi. Stabilitas ekspektasi ekonomi harus menjadi prioritas utama, seiring dengan upaya meningkatkan efisiensi pembiayaan ke sektor-sektor strategis yang mendukung transformasi ekonomi nasional.

 Ekonomi Loyo? Bankir Kasih Jurus Jitu Pacu Pertumbuhan!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Beberapa langkah konkret yang disarankan Perbanas meliputi:

  • Optimalisasi Belanja Negara: Alokasi APBN dan APBD harus diprioritaskan untuk sektor-sektor yang dapat menstimulasi ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat.
  • Dorong Investasi BUMN: Investasi BUMN dan Danantara harus diarahkan ke sektor-sektor produktif, padat karya, dan strategis. Hal ini diharapkan dapat memicu investasi swasta.
  • Insentif Sektoral: Pemerintah perlu memberikan insentif khusus bagi sektor-sektor yang terdampak penurunan daya beli atau perang dagang global. Ini akan menjadi penyangga jangka pendek terhadap guncangan eksternal.
  • Ekspansi Kredit Perbankan: Perbankan didorong untuk memanfaatkan penurunan suku bunga dengan meningkatkan penyaluran kredit, terutama ke sektor-sektor dengan prospek pertumbuhan tinggi dan sejalan dengan prioritas pemerintah.

Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi, optimis bahwa dorongan dari kebijakan fiskal yang lebih baik, seperti peningkatan belanja pemerintah, akan meningkatkan pertumbuhan penyaluran kredit di semester II-2025. Program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan 3 juta rumah juga diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi.

Selain itu, Perbanas menekankan pentingnya kebijakan berbasis data. Integrasi data keuangan rumah tangga secara nasional akan memperkuat akurasi dalam perumusan kebijakan. Bantuan sosial juga disarankan agar ditautkan langsung dengan aktivitas produktif dan dilengkapi sistem pemantauan yang ketat.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar