Haluannews Ekonomi – Ekonomi China diperkirakan akan mengalami perlambatan pertumbuhan pada kuartal III-2025, menjadi 4,8%. Prediksi ini didasarkan pada survei yang dilakukan oleh AFP, yang menyoroti tekanan dari lesunya permintaan domestik, krisis sektor properti, dan dampak perang dagang dengan Amerika Serikat.

Related Post
Data pertumbuhan ekonomi China akan dirilis pada hari Senin mendatang, bersamaan dengan pertemuan penting Partai Komunis Tiongkok yang akan membahas arah kebijakan ekonomi untuk lima tahun ke depan. Para analis memperkirakan pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu akan melambat dibandingkan dengan pertumbuhan 5,2% pada kuartal sebelumnya. Angka ini juga di bawah target pertumbuhan tahunan resmi pemerintah China sebesar 5%.

Alicia Garcia-Herrero, kepala ekonom Asia-Pasifik di Natixis, mengatakan bahwa perlambatan ekonomi China terasa nyata, meskipun tidak drastis. Ia menyoroti masalah utama berupa penurunan konsumsi dan tekanan deflasi yang memburuk. Selain itu, Garcia-Herrero juga menyoroti peningkatan kerentanan fiskal di tingkat pemerintah daerah akibat beban utang yang besar.
Para ekonom berpendapat bahwa China perlu mengubah model pertumbuhan ekonominya, dengan lebih mengandalkan belanja domestik daripada pembangunan infrastruktur dan properti. Transisi ini diperkirakan akan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan para pejabat Partai Komunis Tiongkok.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar