Drama Sesi 1: IHSG Terbang Tinggi, Tekanan Negatif Mereda?

Drama Sesi 1: IHSG Terbang Tinggi, Tekanan Negatif Mereda?

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (3/2/2026), dengan performa yang mengejutkan. Setelah sempat tertekan hebat di awal sesi, indeks acuan ini justru melesat 1,57% atau setara 124,49 poin, mengakhiri paruh pertama hari di level 8.047,22.

COLLABMEDIANET

Perjalanan IHSG di sesi pagi ini layaknya sebuah drama yang penuh liku. Dibuka dengan pelemahan 0,43% ke posisi 7.888,77, kondisi pasar sempat memburuk drastis. Hanya dalam sepuluh menit pertama, IHSG anjlok lebih dalam, terkoreksi hingga 2,07% ke level 7.758,46. Namun, momentum pembalikan arah mulai terasa setelahnya. Indeks secara bertahap memangkas koreksi, bahkan berbalik arah memasuki zona hijau. Pada pukul 10.44 WIB, IHSG tercatat naik 1,07% ke 8.007,65, sebuah lonjakan impresif sekitar 295 poin dari titik terendah intraday-nya.

Drama Sesi 1: IHSG Terbang Tinggi, Tekanan Negatif Mereda?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kenaikan signifikan ini didukung oleh aktivitas transaksi yang masif. Hingga penutupan sesi 1, nilai transaksi mencapai Rp 17,62 triliun, melibatkan perputaran 36,39 miliar saham dalam 1,94 juta kali transaksi. Mayoritas saham menunjukkan performa positif, dengan 611 emiten menguat, 175 melemah, dan 172 lainnya tidak bergerak.

Pergerakan IHSG yang agresif ini mengindikasikan bahwa pasar mulai menunjukkan tanda-tanda ketenangan setelah dihantam berbagai sentimen negatif bertubi-tubi. Sebelumnya, pasar sempat diwarnai kekhawatiran akibat evaluasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta isu pengunduran diri direktur utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sejumlah dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Saham-saham yang sebelumnya terkoreksi dalam sejak akhir pekan lalu kini berbalik arah menjadi pendorong utama indeks. Emiten-emiten milik konglomerat terkemuka seperti Prajogo Pangestu, Bakrie, Otto Toto Sugiri, hingga Aguan, menjadi motor penggerak kebangkitan IHSG siang ini.

PT DCI Indonesia Tbk (DCII), yang terafiliasi dengan Otto Toto Sugiri dan Aguan, terpantau kembali ke level Rp 220.250 dengan kenaikan fantastis 11,8%. Kontribusi DCII terhadap IHSG mencapai 23,12 poin indeks. Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) yang menguat 5,18% ke Rp 6.600, menjadi saham dengan bobot terbesar kedua yang menyumbang 13,31 poin indeks. Emiten Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), turut berkontribusi signifikan sebesar 13,68 poin indeks.

Tidak ketinggalan, saham-saham milik Grup Bakrie, seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA), kembali menjadi incaran investor. Keduanya mencatat nilai transaksi terbesar kedua hari ini, masing-masing sebesar Rp 4,43 triliun dan Rp 1,74 triliun. BUMI dan DEWA kompak melonjak 10% pada perdagangan sesi 1.

Meskipun terjadi lonjakan signifikan, pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi volatilitas. Dampak dari aturan MSCI serta rilis data ekonomi baik dari dalam maupun luar negeri akan terus membayangi pergerakan bursa saham.

Terkait isu MSCI, pemangku kepentingan pasar modal Indonesia telah menggelar pertemuan penting dengan perwakilan MSCI pada Senin sore kemarin (2/2/2026). Pertemuan ini dilakukan menyusul gejolak di bursa saham RI akibat permintaan perubahan aturan dari MSCI. Anggota Dewan Komisioner OJK yang membidangi pengawasan aset kripto dan pasar modal, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa diskusi antara OJK dan penyedia layanan indeks global MSCI berlangsung positif.

"Diskusi pertemuan dengan MSCI sangat baik. Kami sepakat untuk melanjutkan pembahasan di level teknis. MSCI juga memberikan panduan terkait metodologi dan perhitungan yang akan dilakukan," ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung BEI, seperti dilansir Haluannews.id. Hasan menegaskan, OJK bersama BEI akan menyampaikan pembaruan secara berkala terkait perkembangan komunikasi dengan MSCI, sejalan dengan komitmen transparansi yang terus didorong regulator dan otoritas bursa. "Mudah-mudahan progresnya berjalan baik hingga evaluasi akhir," pungkas Hasan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar