Dompet Menipis? IFG Wanti-Wanti Dampak ke Asuransi!

Dompet Menipis? IFG Wanti-Wanti Dampak ke Asuransi!

Haluannews Ekonomi – Komisaris Utama Indonesia Financial Group (IFG), Fauzi Ichsan, menyoroti potensi ancaman penurunan daya beli masyarakat terhadap industri asuransi di tengah momentum bonus demografi dan ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, esensi dari bonus demografi hanya akan terealisasi jika pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat tetap solid.

COLLABMEDIANET

Fauzi menekankan bahwa penyusutan kelas menengah akan berdampak langsung pada melemahnya daya beli. Ia berharap pemerintah dapat merespons dengan kebijakan stimulus yang efektif untuk mendorong pertumbuhan sektor manufaktur. "Jika manufaktur terpuruk, kelas menengah juga akan merasakan dampaknya," ujarnya dalam Haluannews.id Insurance Forum 2025.

Dompet Menipis? IFG Wanti-Wanti Dampak ke Asuransi!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurutnya, penguatan kelas menengah akan berkorelasi positif dengan terjaganya daya beli, yang pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memiliki produk proteksi seperti asuransi. "Jika daya beli minim, asuransi bukan prioritas. Namun, jika ada ruang untuk menabung, asuransi menjadi pilihan yang menarik," imbuhnya.

Fauzi menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 5% akan meningkatkan kemampuan pemegang polis untuk berinvestasi, sehingga mereka memiliki fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan proteksi mereka.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengakui bahwa penetrasi asuransi di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain, dengan angka sekitar 3%. Ia menekankan perlunya pendalaman pasar melalui inovasi produk asuransi yang relevan.

OJK sebelumnya juga telah mengidentifikasi beberapa faktor penyebab rendahnya penetrasi dan inklusi asuransi, termasuk tingkat literasi keuangan yang rendah, jangkauan pemasaran perusahaan asuransi yang terbatas, ketidaksesuaian produk dengan kebutuhan masyarakat, kapasitas industri asuransi yang terbatas dalam menanggung risiko, dan tentunya, keterbatasan daya beli masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan upaya komprehensif untuk mengembangkan industri asuransi, termasuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, memperluas jangkauan pemasaran, berinovasi dalam produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat, serta meningkatkan kapasitas pelaku industri.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar